BERITA TERKINI
Kunjungan Pastoral GPM Sion Soroti Pembatasan Gadget pada Anak, Orang Tua Diminta Aktif Mengawasi

Kunjungan Pastoral GPM Sion Soroti Pembatasan Gadget pada Anak, Orang Tua Diminta Aktif Mengawasi

Ambon—Penggunaan gadget atau telepon genggam pada anak-anak menjadi perhatian dalam percakapan pastoral bersama umat pada kunjungan pastoral GPM Sion, Kamis (12/03/2026). Ketua Majelis Jemaat GPM Sion, Pdt Dr Rudy Rahabeat, mengingatkan orang tua agar lebih bijak mengawasi dan membatasi penggunaan gadget pada anak.

Dalam penekanannya, Rudy menilai kebiasaan anak makan sambil menonton ponsel tanpa berinteraksi dengan orang lain dapat menghilangkan bagian penting dalam proses tumbuh kembang. “Ketika anak makan sambil menonton HP dan tidak berinteraksi dengan manusia nyata, maka ada sesuatu yang hilang dan itu dapat mengancam eksistensi anak sebagai makhluk sosial,” ujarnya dalam percakapan pastoral.

Karena itu, orang tua diajak melakukan edukasi dan literasi digital kepada anak-anak agar tidak terpapar dampak negatif gadget serta mampu memanfaatkannya secara positif dan selektif. Upaya tersebut diharapkan dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak.

Majelis Jemaat GPM Sion yang berprofesi sebagai guru menyatakan komitmen untuk turut mengawal langkah ini, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pelayanan anak dan remaja di gereja. Selain itu, para pengasuh di Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) juga disebut akan berperan dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak dan remaja GPM agar dapat bertumbuh menjadi generasi emas bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

Di sisi lain, penggunaan gadget pada anak juga diakui memiliki manfaat, antara lain sebagai sarana belajar dan memperoleh informasi. Namun, jika digunakan secara berlebihan tanpa pengawasan, gadget dinilai dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.

Salah satu yang dikhawatirkan adalah gangguan perkembangan otak. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kognitif karena berkurangnya aktivitas interaksi sosial dan stimulasi langsung dari lingkungan sekitar. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga dapat memicu ketergantungan, ditandai dengan anak sulit lepas dari layar, mudah marah ketika gadget diambil, serta lebih memilih bermain gadget daripada berinteraksi dengan teman sebaya.

Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan disebut dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan akibat terlalu lama menatap layar. Karena itu, peran orang tua dinilai penting untuk mengatur waktu penggunaan gadget, mendampingi anak saat mengakses teknologi, serta mendorong anak lebih banyak melakukan aktivitas sosial dan bermain bersama teman sebaya.

Dengan pengawasan yang baik dari keluarga, sekolah, dan gereja, diharapkan anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara sehat dan tetap berkembang menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial.