BERITA TERKINI
KPAD Bekasi: Orangtua Perlu Luangkan Waktu agar Anak Tidak Bergantung pada Gadget

KPAD Bekasi: Orangtua Perlu Luangkan Waktu agar Anak Tidak Bergantung pada Gadget

BEKASI — Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Novrian, mengingatkan pentingnya peran orangtua dalam mencegah anak terus bergantung pada gadget. Menurut dia, orangtua perlu menyediakan waktu untuk berinteraksi dengan anak agar kebiasaan bermain gadget tidak menjadi pelarian utama.

Novrian menilai, salah satu alasan anak terbiasa bermain gadget adalah karena orangtua merasa tidak memiliki cukup waktu untuk berinteraksi dengan mereka. “Yang pasti orangtua harus punya waktu sebenarnya agar anak tidak terus main gadget. Kan permasalahannya orangtua itu kasih gadget karena mereka tidak punya waktu untuk anaknya,” ujar Novrian saat ditemui di Bekasi, Senin (16/3/2026).

Ia menekankan, waktu dan kehadiran orangtua secara psikologis dan emosional menjadi momen penting untuk membentuk ikatan antara orangtua dan anak. Ikatan tersebut dinilai berpengaruh terhadap rasa aman dan kebahagiaan anak.

Novrian juga menyoroti perlunya kreativitas orangtua dalam mengajak anak bermain. Ia mengatakan, waktu bersama anak tidak harus diisi dengan kegiatan yang mahal atau rumit. Yang terpenting adalah terciptanya interaksi yang menyenangkan.

Ia mencontohkan permainan sederhana yang bisa dilakukan di rumah, seperti catur, ular tangga, atau kartu Uno dengan aturan yang dibuat lebih menarik. Permainan semacam itu dinilai dapat membangun kedekatan dan menciptakan rasa nyaman bagi anak. “Jadi anak merasa nyaman dengan kreativitas orangtuanya. Dan ketika orangtua tahu cara bermain yang menyenangkan dengan anak, pasti akan menjadi hal-hal yang membahagiakan,” kata Novrian.

Selain aktivitas di rumah, Novrian menganjurkan orangtua mengajak anak berinteraksi di luar ruangan agar mereka mengenal lingkungan sosial secara langsung. Kegiatan sederhana, seperti berolahraga bersama atau berjalan ke pasar, dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar berinteraksi dengan orang lain.

“Misalnya ayah atau ibunya suka olahraga, ajak mereka ke luar dan kenalkan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain,” ujarnya.

Novrian menegaskan, interaksi langsung lebih penting dibandingkan ketergantungan pada gadget. Menurut dia, manusia pada dasarnya membutuhkan hubungan sosial nyata, bukan sekadar interaksi di media sosial. “Artinya ketika anak itu ada bonding sama orangtua, ada ikatan sama orangtua, mereka akan lebih bahagia,” tutur Novrian.

Ia menilai, gadget kerap dijadikan cara instan untuk menenangkan anak karena sebagian orangtua tidak mengetahui alternatif lain agar anak merasa tenang atau bahagia. Akibatnya, gadget menjadi pengalih perhatian yang dianggap paling mudah, meski berpotensi menumbuhkan ketergantungan.