Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak generasi muda Indonesia bergabung dalam Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Melalui program ini, pemerintah mendorong anak muda memperluas wawasan agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan gerakan tersebut dijalankan melalui seminar dan pelatihan. Program ini juga berbasis tema dan daerah, dengan target pelaksanaan di 20 daerah, menyesuaikan potensi dan kearifan lokal yang dapat digali.
Semuel menjelaskan, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital memiliki enam tahapan untuk melatih calon pendiri (founder) sebelum mendirikan perusahaan rintisan digital. Enam tahapan itu meliputi Ignition, Networking, Workshop, Hacksprint, Bootcamp, dan Incubation.
Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan startup. Tahap Ignition dimaksudkan untuk membangun semangat peserta, kemudian dilanjutkan dengan Networking untuk memperluas jejaring. Ia menilai inovasi dapat berkembang lebih cepat melalui kolaborasi.
Setelah itu, peserta masuk ke tahap Workshop untuk mempelajari proses membangun startup dari dasar. Tahap berikutnya adalah pembuatan prototipe melalui Hacksprint, yang kemudian dilanjutkan ke Bootcamp untuk mengasah kemampuan dan melihat validasi pasar.
Semuel menambahkan, lima tahapan awal tersebut bertujuan mengasah calon pendiri startup dalam menyiapkan produk sebelum masuk ke tahap Incubation. Harapannya, semakin banyak solusi yang dapat diciptakan untuk menjawab berbagai permasalahan.
Ia juga menilai pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk mengeksplorasi pengembangan startup di Indonesia, seiring meningkatnya jumlah pengguna internet. Menurutnya, aktivitas masyarakat kini berlangsung di dua ruang, yakni ruang digital dan ruang fisik, yang membuka peluang produktivitas baru.
Semuel menyoroti realitas masyarakat yang semakin terhubung antara ruang digital dan fisik. Ia menyebut aktivitas sehari-hari banyak dihabiskan di ruang digital, sehingga peluang inovasi terbuka, termasuk dalam upaya menekan mobilitas yang tidak perlu.
Dalam paparannya, Semuel menggambarkan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup yang semakin mengandalkan ekosistem teknologi, seperti kebiasaan memesan barang melalui platform digital. Ia menilai pola ini turut mengubah cara masyarakat berbelanja, termasuk kemudahan membandingkan produk secara daring.
Konferensi pers virtual bertajuk Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital tersebut digelar dari Badung, Bali, pada Sabtu. Selain Semuel, acara ini juga menghadirkan Founder & COO Xendit Tessa Wijaya serta Chief Investment Officer BRI Ventures William Gozali.