BERITA TERKINI
Komdigi Gandeng Startup AI untuk Perangi Judi Online dengan Menyasar Aliran Dana

Komdigi Gandeng Startup AI untuk Perangi Judi Online dengan Menyasar Aliran Dana

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan langkah baru dalam upaya memberantas judi online (judol) dengan menggandeng startup berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam negeri. Strategi ini tidak hanya berfokus pada pemutusan akses atau pemblokiran situs, tetapi juga menyasar akar persoalan berupa aliran dana yang menopang operasional praktik judi online.

Menteri Komdigi Meutya Hafid menyatakan pemerintah mendorong pengembangan AI sebagai salah satu pilar utama transformasi digital nasional. Menurutnya, pengembangan tersebut diarahkan pada visi membangun AI yang etis, bertanggung jawab, serta mampu meningkatkan daya saing.

Meutya mencontohkan inovasi dari startup Gambit Hunter yang menawarkan pendekatan baru dalam pemberantasan judol melalui pemanfaatan AI. Teknologi ini dinilai mampu mengidentifikasi dan menelusuri infrastruktur pembayaran yang menjadi bagian penting dalam praktik ilegal tersebut.

“Pendekatan seperti ini sangat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yaitu memperkuat penanganan dari sisi hulu hingga ke level infrastruktur, bukan hanya pada konten yang terlihat di permukaan,” kata Meutya dalam pernyataan tertulis, Jumat (10/3) pekan lalu.

Selain itu, Meutya juga menyoroti inovasi lain dari Ambisius Lab melalui produk Ambisius News yang ditujukan untuk menjaga kualitas informasi di ruang digital. Pengembangan AI dari Ambisius Lab disebut digunakan untuk mengkurasi, memverifikasi, dan membandingkan berita dari berbagai sumber terpercaya.

“Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem informasi yang sehat,” ujar Meutya.

Meutya menilai kedua inovasi tersebut merepresentasikan dua aspek penting dalam tata kelola ruang digital, yakni penguatan keamanan dan peningkatan kualitas informasi, serta literasi digital masyarakat. Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong pengembangan AI melalui penguatan inovasi, kolaborasi multipemangku kepentingan, dan pengembangan berbagai use case yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Meutya menyebut kolaborasi ini sebagai upaya memanfaatkan teknologi AI untuk menjawab persoalan publik yang mendesak di ruang digital. Ia juga menilai inovasi dari startup dalam negeri menunjukkan kemampuan tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta solusi berbasis kecerdasan artifisial yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Meutya berharap pertemuan dengan kedua startup tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih konkret dengan pemerintah, sehingga inovasi dalam negeri dapat memberi dampak yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.