BERITA TERKINI
Klaim Kecanduan Gadget Sebabkan Kanker pada Anak Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Dokter dan Kominfo

Klaim Kecanduan Gadget Sebabkan Kanker pada Anak Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Dokter dan Kominfo

Sebuah unggahan di Facebook dari akun Retno Sesysa Sekarsary Pumpido sempat menghebohkan media sosial. Dalam unggahannya, Retno menyebut keponakannya bernama Zein mengalami kanker akibat kecanduan bermain gadget. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan paparan radiasi dari perangkat seperti ponsel.

Zein, yang disebut berusia tiga tahun, didiagnosis dokter mengidap kanker darah stadium 4. Retno menuturkan, sebelumnya Zein terlihat sehat dan aktif, namun kemudian mengalami gejala seperti demam, sariawan, dan mata bengkak. Setelah diperiksa di rumah sakit, keluarga menerima diagnosis kanker darah stadium akhir.

Retno menyatakan dirinya dan sejumlah orang berupaya mencari penyebab penyakit Zein. Dari informasi yang ia temui, salah satu faktor yang disebut dapat memicu kanker adalah paparan radiasi dari gadget. Retno kemudian mengingat bahwa Zein kerap menonton video atau tayangan YouTube melalui ponsel milik orang tuanya, dan ia menyesal membiarkan anak tersebut bermain gadget.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) menyatakan telah menelusuri kasus tersebut dan membenarkan bahwa Zein mengidap kanker darah stadium 4. Namun, Kominfo menegaskan hingga saat ini tidak ada bukti yang menyatakan radiasi ponsel menyebabkan kanker.

Penjelasan serupa disampaikan dr. Arina Heidyana. Ia mengatakan gadget memang memancarkan radiasi, sebagaimana perangkat elektronik lain seperti WiFi dan microwave. Meski demikian, ia menekankan belum ada penelitian yang menyatakan radiasi dari gadget dapat menyebabkan kanker.

“Tidak benar bila radiasi bisa menyebabkan kanker, itu hoaks. Karena yang bisa menjadi faktor risiko kanker itu keturunan dan pola hidup,” ujar dr. Arina.

Dalam penjelasan di laman resminya, Kominfo menerangkan cara kerja telepon seluler menggunakan sistem radiasi atau gelombang radio yang dapat diserap tubuh. Namun, Kominfo menyebut tidak ada bukti yang menyatakan radiasi ponsel menyebabkan kanker. Kominfo juga menyebut kanker dapat terjadi karena faktor usia, gaya hidup, atau riwayat kesehatan.

Rujukan lain yang dikutip, National Center for Health Research, menyatakan radiasi ponsel tidak dapat menyebabkan kanker atau masalah kesehatan lainnya pada anak-anak. Disebutkan pula bahwa tumor otak yang berubah menjadi kanker tidak langsung berkembang saat terkena paparan radiasi.

Meski tidak dikaitkan dengan kanker, dr. Arina tetap mengingatkan orang tua untuk membatasi penggunaan gadget pada anak, terutama balita. Selain durasi, penggunaan gadget juga disarankan dilakukan dengan pengawasan dan pendampingan orang tua.

Menurut dr. Arina, pemakaian gadget yang terlalu sering dapat menimbulkan sejumlah dampak, seperti mata kering, computer vision syndrome, rabun jauh, gangguan tidur, hingga memengaruhi mental dalam bentuk adiksi atau kecanduan.

Ia juga menyarankan penerapan aturan 20:20:20, yakni beristirahat setiap 20 menit, lalu mengalihkan pandangan ke benda sejauh 20 kaki selama 20 detik untuk membantu mengurangi ketegangan pada mata.

Jika anak menunjukkan dampak atau gejala kecanduan gadget yang mengkhawatirkan, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter anak.