BERITA TERKINI
Kepala BRIN Tekankan Penguatan Inovasi Daerah untuk Dongkrak Daya Saing Nasional

Kepala BRIN Tekankan Penguatan Inovasi Daerah untuk Dongkrak Daya Saing Nasional

Jakarta — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan penguatan inovasi di daerah menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing nasional. Menurut dia, kapasitas inovasi daerah perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi menuju Indonesia Emas 2045.

Arif menyampaikan hal itu dalam peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 di Jakarta, Selasa. Ia meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia meningkatkan kapasitas inovasi di wilayah masing-masing agar kontribusi daerah terhadap daya saing nasional semakin kuat.

“BRIN punya kewajiban untuk bisa bersama-sama daerah, memperkuat daya saing inovasi di semua daerah di Indonesia,” kata Arif.

Untuk mendukung peningkatan inovasi daerah, BRIN menyatakan siap membantu melalui perpanjangan tangan di daerah, antara lain Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) di berbagai wilayah.

Arif menilai, agar peran Brida dan Baperida lebih maksimal, diperlukan pendekatan vertikal dan horizontal. Dengan pendekatan tersebut, inovasi diharapkan dapat lebih cepat dihilirisasikan sehingga berdampak langsung pada peningkatan daya saing.

Ia juga menekankan bahwa sumber inovasi dapat berasal dari daerah maupun dari pusat untuk diimplementasikan di daerah. “Inovasi bisa berbasis bersumber dari daerah, tapi juga inovasi bisa bersumber dari pusat untuk diimplementasikan di daerah,” ujarnya.

Selain itu, Arif menggarisbawahi pentingnya kesinambungan antara visi dan pelaksanaan agar proses transformasi berjalan efektif dan inklusif. Ia menilai visi perlu diterjemahkan ke dalam strategi hingga eksekusi agar perubahan dapat benar-benar terjadi.

“Kesinambungan visi dan eksekusi ini harus berimbang. Sehingga, visi tidak sekedar visi, kita turunkan pada strategi, sampai pada eksekusi. Maka, itulah sebenarnya hakikat proses transformasi berjalan,” ucap Arif.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan daya saing daerah ditentukan oleh kualitas faktor produksi, infrastruktur, sumber daya manusia, sumber daya alam, serta kapasitas inovasi. Ia menilai inovasi dan tata kelola yang baik menjadi pengungkit utama untuk menetapkan prioritas dan mempercepat pembangunan.

“Inovasi dan tata kelola yang baik menjadi pengungkit utama prioritas dan percepatan pembangunan. Karena itu, inovasi dan teknologi harus diratakan sampai ke tempat-tempat yang paling ujung,” kata Rachmat.