Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meresmikan Talent & Innovation Hub sebagai wadah pengembangan talenta yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan industri masa depan, termasuk sektor-sektor yang terdampak langsung oleh otomatisasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI).
Program ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, produktif, dan kompetitif di tingkat global. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan arah program tersebut saat membuka Talent & Innovation Hub Activation Series bertema From Talent to Market di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung Barat, Minggu (10/5).
“Dari learning menjadi earning, dari potensi menjadi produktivitas,” kata Yassierli.
Ia menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menghadapi transformasi digital dan laju perkembangan AI. Menurutnya, penguatan ekosistem talenta perlu didorong melalui sinergi antara pelatihan vokasi, dunia pendidikan, dan industri.
Yassierli juga menilai perubahan teknologi menuntut generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan untuk masuk ke dunia kerja, tetapi juga kecakapan menciptakan inovasi serta peluang bisnis baru berbasis teknologi.
“Talenta muda perlu dipersiapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan solusi inovatif,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem startup dan kewirausahaan berbasis inovasi digital.
“Melalui Talent & Innovation Hub, kami ingin menghadirkan ruang pengembangan talenta yang terintegrasi, mulai dari kesiapan kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga akses jejaring dan pasar,” ujar Estiarty.
Dalam agenda yang sama, Kemnaker menandatangani sejumlah kerja sama dengan perguruan tinggi, perusahaan, asosiasi, dan yayasan. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperluas kolaborasi pengembangan talenta digital, penempatan tenaga kerja, serta pemberdayaan tenaga kerja muda dan penyandang disabilitas.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.200 peserta secara luring dan daring, yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari alumni pelatihan vokasi, pencari kerja, pelaku UMKM, startup, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas.