Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggandeng startup nasional berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk memperkuat penanganan judi online sekaligus meningkatkan kualitas informasi di ruang digital.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah pemerintah memanfaatkan teknologi AI untuk menjawab berbagai persoalan publik di era digital. Ia menyebut inovasi yang dikembangkan Gambit Hunter dan Ambisius Lab menunjukkan talenta Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi AI yang sesuai dengan kebutuhan nasional.
“Inovasi yang dikembangkan oleh Gambit Hunter dan Ambisius Lab menjadi contoh konkret bahwa talenta Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis kecerdasan artifisial yang relevan dengan kebutuhan bangsa,” ujar Meutya di Kantor Kemkomdigi, Jumat (10/4/2026).
Menurut Meutya, pemerintah mendorong pengembangan AI sebagai salah satu pilar utama transformasi digital nasional, dengan menekankan prinsip etika, tanggung jawab, serta peningkatan daya saing.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah teknologi dari Gambit Hunter yang memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi dan menelusuri infrastruktur pembayaran yang digunakan dalam praktik judi online. Meutya menilai pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat penanganan dari sisi hulu hingga level infrastruktur, tidak hanya berfokus pada konten yang terlihat.
“Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat penanganan dari sisi hulu hingga ke level infrastruktur, bukan hanya pada konten yang terlihat di permukaan,” jelasnya.
Sementara itu, Ambisius Lab menghadirkan produk Ambisius News yang berfungsi mengkurasi, memverifikasi, serta membandingkan berita dari berbagai sumber terpercaya. Meutya menyebut inisiatif tersebut penting untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat di ruang digital.
“Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem informasi yang sehat di ruang digital,” tambah Meutya.
Meutya menegaskan, kedua inovasi itu mencerminkan dua aspek dalam tata kelola ruang digital, yakni penguatan keamanan serta peningkatan kualitas informasi dan literasi digital masyarakat. Kemkomdigi, lanjutnya, juga terus mendorong pengembangan AI melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan inovasi, dan pengembangan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah dan startup nasional dapat terus ditingkatkan agar inovasi anak bangsa dapat memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.