BERITA TERKINI
Kementan, BRIN, dan Kemendiktisaintek Teken Kesepakatan Perkuat Riset untuk Swasembada Pangan

Kementan, BRIN, dan Kemendiktisaintek Teken Kesepakatan Perkuat Riset untuk Swasembada Pangan

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sinergi riset dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendukung swasembada pangan dan hilirisasi komoditas pertanian nasional.

Kesepakatan bersama itu ditandatangani di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/3), oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala BRIN Arif Satria.

Melalui kerja sama ini, ketiga institusi menargetkan penguatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan perguruan tinggi agar inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan langsung pada sektor pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya dukungan riset dan inovasi bagi kemajuan pertanian. Ia menyatakan penelitian perlu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pertanian pangan tidak mungkin maju tanpa inovasi,” kata Amran dalam keterangannya.

Amran juga menilai banyak penelitian yang baik kerap berhenti pada publikasi ilmiah. Menurut dia, riset perlu diterjemahkan menjadi kebijakan dan program pemerintah agar inovasi dapat masuk ke industri.

“Jika inovasi masuk kebijakan pemerintah, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” ucapnya. Ia berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pembangunan pertanian nasional.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut kolaborasi tersebut penting bagi perguruan tinggi agar bisa berkontribusi langsung pada swasembada pangan nasional. Ia menyoroti masih banyak penelitian akademik yang belum mampu masuk pasar komersial karena minimnya kerja sama dengan industri dan pemerintah.

“Lebih dari 90 persen penelitian akademik tidak masuk pasar komersial. Karena itu kolaborasi riset dan industri sangat dibutuhkan,” kata Brian.

Brian menambahkan, pihaknya akan mengkonsolidasikan perguruan tinggi di Indonesia dengan fokus pada pengembangan riset komoditas strategis pangan nasional.

Kepala BRIN Arif Satria menyatakan pertanian merupakan fondasi penting bagi peradaban bangsa sehingga perlu ditopang riset dan teknologi yang kuat. Ia menyebut BRIN telah menyiapkan peta jalan riset pangan nasional untuk menyelaraskan riset perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Menurut Arif, BRIN juga telah menghasilkan 188 paten di bidang pangan yang dinilai siap dimanfaatkan oleh industri.