BERITA TERKINI
Kemenkomdigi Gandeng Startup AI Lokal untuk Perkuat Penanganan Judi Online dan Kualitas Informasi Digital

Kemenkomdigi Gandeng Startup AI Lokal untuk Perkuat Penanganan Judi Online dan Kualitas Informasi Digital

Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menggandeng dua startup berbasis kecerdasan artifisial (AI) dalam negeri untuk memperkuat penanganan judi online sekaligus meningkatkan kualitas informasi di ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menjawab persoalan publik yang mendesak di ruang digital.

“Inovasi yang dikembangkan oleh Gambit Hunter dan Ambisius Lab menjadi contoh konkret bahwa talenta Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis kecerdasan artifisial yang relevan dengan kebutuhan bangsa,” ujar Meutya saat ditemui di Kantor Kementerian Komdigi, Jumat.

Menurut Meutya, pemerintah mendorong pengembangan AI sebagai salah satu pilar utama transformasi digital nasional, dengan visi membangun AI yang etis, bertanggung jawab, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia.

Ia mencontohkan inovasi dari startup yang menghadirkan pendekatan baru dalam pemberantasan judi online melalui pemanfaatan AI. Teknologi tersebut dinilai mampu mengidentifikasi serta menelusuri infrastruktur pembayaran yang menjadi bagian penting dalam operasional praktik ilegal.

“Pendekatan seperti ini sangat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, yaitu memperkuat penanganan dari sisi hulu hingga ke level infrastruktur, bukan hanya pada konten yang terlihat di permukaan,” kata Meutya.

Inovasi lain datang dari startup kedua yang dinilai menjawab tantangan menjaga kualitas informasi di ruang digital. Meutya menyebut adanya inisiatif pengembangan sistem AI untuk mengkurasi, memverifikasi, dan membandingkan berita dari berbagai sumber terpercaya sebagai langkah memperkuat ekosistem informasi yang sehat.

Menkomdigi menegaskan kedua inovasi tersebut merepresentasikan dua aspek penting dalam tata kelola ruang digital, yakni penguatan keamanan serta peningkatan kualitas informasi dan literasi digital masyarakat.

“Pemerintah dalam hal ini terus mendorong pengembangan AI melalui penguatan inovasi, kolaborasi multi-pemangku kepentingan, serta pengembangan berbagai use case yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah dan startup nasional, sehingga inovasi dalam negeri dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.