BERITA TERKINI
Kemenko PMK Luncurkan Gerakan SatuJamKu untuk Tekan Kecanduan Gawai pada Anak

Kemenko PMK Luncurkan Gerakan SatuJamKu untuk Tekan Kecanduan Gawai pada Anak

JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan Gerakan Satu Jam Berkualitas bersama Keluarga atau SatuJamKu sebagai respons terhadap tingginya angka kecanduan gawai di kalangan anak-anak.

Dalam sosialisasi di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (11/3/2026), Woro menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengasuhan. Ia mengingatkan agar gawai tidak dijadikan pengganti kehadiran orang tua. “Orang tua harus jadi pengasuh yang efektif. Jangan jadikan gadget sebagai pengasuh,” ujarnya.

Data yang disampaikan menunjukkan sekitar 42 persen anak usia dini di bawah 6 tahun sudah terpapar gawai. Selain itu, Indonesia disebut menempati peringkat tiga dunia dalam kasus materi pornografi anak berdasarkan data National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC) tahun 2023, sehingga peran keluarga dinilai semakin krusial.

Melalui Gerakan SatuJamKu, keluarga diajak meluangkan waktu minimal satu jam setiap hari tanpa gangguan gawai. Waktu tersebut diarahkan untuk kegiatan yang memperkuat interaksi langsung, seperti ibadah, makan bersama, olahraga, hingga rekreasi.

Menurut Kemenko PMK, gerakan ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi intensitas penggunaan gawai, tetapi juga untuk memperkuat kelekatan emosional serta komunikasi di dalam keluarga.

Woro menegaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada keteladanan orang tua. Ia mengingatkan agar orang tua konsisten menerapkan aturan yang sama pada diri sendiri. “Jangan minta anak tidak pegang gawai, tapi kita sendiri masih asyik main HP. Orang tua harus jadi teladan utama,” tuturnya.

Menjelang Idul Fitri, gerakan ini dinilai relevan diterapkan saat mudik, ketika interaksi keluarga biasanya lebih optimal karena terbebas dari rutinitas pekerjaan dan sekolah.