BERITA TERKINI
Kemendikdasmen Integrasikan Hampir 1.000 Aplikasi ke Rumah Pendidikan, Klaim Hemat Anggaran 60 Persen

Kemendikdasmen Integrasikan Hampir 1.000 Aplikasi ke Rumah Pendidikan, Klaim Hemat Anggaran 60 Persen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengintegrasikan hampir 1.000 aplikasi pendidikan ke dalam satu platform digital bernama Rumah Pendidikan. Langkah ini diklaim menyederhanakan layanan pendidikan nasional sekaligus menekan kebutuhan anggaran pengembangan sistem digital.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengatakan inovasi tersebut sudah berjalan selama setahun. Dalam periode Januari 2025 hingga Januari 2026, Rumah Pendidikan mencatat 3,5 juta pengunjung unik dengan total 31,5 juta kunjungan halaman.

Menurut Yudhistira, platform ini melayani lebih dari 51 juta murid serta 4 juta guru di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Ia menyebut terdapat 1,3 juta pengguna aktif pada Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) per Oktober 2025. Selain itu, 97,5 persen dinas pendidikan kabupaten/kota disebut telah mengunduh Rapor Pendidikan Daerah untuk mendukung perencanaan berbasis data.

Integrasi dilakukan dengan mengelompokkan hampir 1.000 aplikasi ke dalam delapan ruang layanan, yaitu Ruang GTK, Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, Ruang Publik, dan Ruang Orang Tua. Yudhistira menilai penyatuan layanan menjadi faktor utama untuk meningkatkan efisiensi sistem.

Dari sisi anggaran, Yudhistira menyatakan penyatuan tersebut berdampak langsung pada penghematan biaya pengembangan sistem digital. “Untuk tahun ini diharapkan mampu menghemat 60 persen,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa selama setahun terakhir tercatat 1.068 kegiatan pengimbasan dengan 58.843 peserta yang melibatkan komunitas relawan digital pendidikan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan integrasi aplikasi tidak menghilangkan layanan yang sudah ada, melainkan menyederhanakan proses birokrasi. Ia mengatakan tujuan utamanya adalah mengurangi kerumitan dan beban administratif yang sebelumnya tersebar di banyak tempat agar seluruh elemen dapat lebih fokus pada proses belajar-mengajar.

Dalam Ruang Sekolah, lebih dari 415.000 satuan pendidikan disebut telah mencatat dan merealisasikan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp 33,08 triliun secara transparan.

Adapun analisis menggunakan metode Naive Bayes terhadap 284 ulasan di Google Play Store menunjukkan 75,4 persen pengguna merasa puas, 20,1 persen tidak puas, dan 4,6 persen netral terhadap penggunaan aplikasi Rumah Pendidikan.

Atas inovasi tersebut, Rumah Pendidikan meraih Top Digital Awards 2025. Platform ini juga memperoleh dua medali perak pada ajang International Customer Experience Awards (ICXA) 2025 di London serta masuk Top 10 Global EdTech Prize di World Schools Summit 2025 di Dubai.