Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kerja sama strategis dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) Jepang untuk mendorong kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, sains, serta kemitraan industri dan akademisi. Pembahasan kerja sama itu berlangsung dalam pertemuan di Jakarta pada Jumat (20/2), dengan harapan dapat mempercepat transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar lebih berdaya saing global.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan apresiasi atas kemitraan jangka panjang Indonesia dengan JICA. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah berkontribusi pada penguatan infrastruktur dan fasilitas riset di berbagai perguruan tinggi, sekaligus pengembangan kapasitas melalui kemitraan dengan kampus dan perusahaan Jepang.
Brian juga menyatakan Kemdiktisaintek terbuka terhadap masukan JICA, termasuk menghadirkan ahli untuk membantu mengidentifikasi arah dan sektor prioritas yang perlu dikembangkan Indonesia. “Kami juga terbuka apabila JICA dapat memberikan masukan atau menghadirkan ahli untuk membantu mengidentifikasi arah dan sektor prioritas yang perlu dikembangkan Indonesia,” kata Brian melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dalam kerja sama ini, Brian menekankan pentingnya sinergi untuk menyusun master plan pengembangan infrastruktur pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Master plan tersebut disebut akan menjadi arah kebijakan nasional yang terpadu dan terbuka terhadap kontribusi JICA, termasuk perspektif dalam perencanaan jangka panjang.
Kerja sama yang dibahas tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui kemitraan dengan kampus dan perusahaan Jepang, perguruan tinggi di Indonesia diharapkan dapat mengadopsi praktik terbaik, termasuk dalam pengelolaan riset dan pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri.
Dari pihak JICA, Chief Representative Sachiko Takeda menegaskan komitmen lembaganya untuk memperkuat kolaborasi di sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, dengan fokus pada peningkatan kerja sama industri-akademisi. Ia menyebut saat ini tengah dirumuskan proyek-proyek baru untuk memperkuat sains, teknologi, dan seni di lima perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi industri-akademisi dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jepang,” ujar Takeda. Menurutnya, keterlibatan perusahaan Jepang diharapkan membuka peluang magang, transfer teknologi, serta proyek riset bersama yang dapat memperkaya pengalaman mahasiswa dan dosen.
Kesepakatan kerja sama Kemdiktisaintek dan JICA ini diharapkan memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia melalui kolaborasi yang lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus mendorong keterlibatan industri secara lebih aktif. Selain itu, upaya pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi di berbagai wilayah juga ditargetkan semakin luas.