Tim riset Kaspersky mengungkap kampanye malware Android yang menyamar sebagai aplikasi Starlink resmi dan disebarkan melalui situs phishing. Dalam temuan tersebut, penyerang menggunakan halaman palsu yang meniru tampilan Google Play Store untuk mengelabui pengguna agar mengunduh aplikasi berbahaya.
Menurut laporan Global Research and Analysis Team (GReAT) Kaspersky, serangan ini pada awalnya menargetkan pengguna di Brasil. Namun, Kaspersky menilai kampanye tersebut berpotensi meluas ke negara lain karena teknik penyamarannya yang lebih canggih.
Dalam skema serangan yang diidentifikasi, korban diarahkan mengunduh aplikasi Starlink palsu dari situs tiruan. Setelah dipasang, aplikasi menampilkan antarmuka yang menyerupai toko aplikasi resmi. Pengguna kemudian diminta menekan tombol “Perbarui”, yang sebenarnya memicu pemasangan malware tambahan secara diam-diam.
Kaspersky menyebut aplikasi palsu tersebut membawa Trojan bernama BeatBanker. Malware ini tidak hanya berfungsi sebagai trojan perbankan untuk mencuri data sensitif, tetapi juga menjalankan penambang kripto Monero di latar belakang perangkat.
“Awalnya kami melihat BeatBanker didistribusikan dengan kedok aplikasi layanan publik, aplikasi ini menginstal Trojan perbankan selain penambang kripto,” ujar Fabio Assolini. Ia menambahkan bahwa varian terbaru kini lebih berbahaya dan tampaknya menggunakan umpan baru berupa aplikasi Starlink untuk menjangkau lebih banyak korban dari berbagai negara, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi pada Sabtu (4/4/2026).
Selain BeatBanker, kampanye ini juga memasang RAT (Remote Access Trojan) bernama BTMOB, yang memungkinkan pelaku mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Dengan kemampuan tersebut, pelaku dapat mencuri PIN, pola, dan kata sandi layar, mengakses kamera depan dan belakang, melacak lokasi GPS secara real-time, serta mengumpulkan data sensitif tanpa sepengetahuan pengguna.
Kaspersky juga mencatat malware ini mampu menyembunyikan notifikasi sistem dan memberikan izin secara otomatis tanpa diketahui pengguna. Untuk mempertahankan keberadaannya di perangkat, BeatBanker menggunakan teknik tidak biasa, yakni memutar file audio yang hampir tidak terdengar agar sistem tidak menghentikan prosesnya. Cara ini membuat malware tetap aktif di latar belakang dan lebih sulit dihapus.
Kaspersky mendeteksi ancaman tersebut dengan kode seperti HEUR:Trojan-Dropper.AndroidOS.BeatBanker. Perusahaan keamanan siber itu mengingatkan pengguna agar berhati-hati saat mengunduh aplikasi, terutama dari sumber tidak resmi, serta menyarankan untuk hanya memasang aplikasi dari sumber resmi dan memeriksa izin aplikasi sebelum instalasi.