BERITA TERKINI
Kacamata Berbasis AI Makin Dilirik, Berpotensi Jadi Alternatif Smartphone

Kacamata Berbasis AI Makin Dilirik, Berpotensi Jadi Alternatif Smartphone

Perangkat teknologi terus berevolusi ke arah yang lebih personal dan minim gangguan. Kacamata cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) kini mulai menarik perhatian karena dinilai menawarkan cara berinteraksi yang lebih alami dibanding smartphone. Dengan perangkat yang menempel di wajah, pengguna tidak perlu terus-menerus menunduk ke layar ponsel untuk mengakses informasi.

Berbekal sensor, kamera, dan asisten AI, kacamata jenis ini dapat menampilkan informasi langsung ke garis pandang pengguna. Perkembangan tersebut menandai pergeseran dari perangkat komunikasi konvensional menuju teknologi yang lebih menyatu dengan aktivitas harian.

Sejumlah produsen besar disebut sudah menghadirkan produk nyata yang menonjolkan pengalaman digital baru. Beberapa di antaranya menggabungkan fitur dokumentasi, audio, hingga interaksi berbasis perintah suara.

Salah satu contoh adalah Ray-Ban Meta Smart Glasses, hasil kolaborasi Meta dan Ray-Ban. Perangkat ini memungkinkan pengguna mengambil foto dan video dari sudut pandang pemakai, mendukung panggilan telepon, memutar musik, serta berinteraksi dengan asisten AI melalui perintah suara. Estimasi harganya disebut sekitar Rp 4.500.000.

Alternatif lain datang dari Xiaomi melalui Xiaomi AI Glasses. Produk ini diposisikan sebagai pilihan yang lebih terjangkau dengan fungsi serupa, termasuk pengenalan suara dan kamera terintegrasi. Perkiraan harga yang disebut berada di kisaran Rp 2.500.000.

Sementara itu, XREAL Air 2 Ultra menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan layar virtual besar di depan mata pengguna. Fitur ini membuka peluang multitasking tanpa layar fisik, baik untuk menonton maupun bekerja secara mobile. Estimasi harga perangkat ini disebut sekitar Rp 6.000.000.

Di sisi lain, pengembangan kacamata AI juga dikaitkan dengan upaya integrasi ekosistem yang lebih luas. Samsung dilaporkan tengah mengembangkan kacamata AI berbasis Android XR, yang diharapkan mendukung fitur seperti AI generatif, penerjemahan waktu nyata, dan navigasi cerdas. Integrasi dengan ekosistem Android dinilai berpotensi memperkuat aspek konektivitas dan fungsi perangkat.

Apple juga dikabarkan mengembangkan kacamata AI yang terhubung erat dengan iPhone dan perangkat Apple lainnya. Jika benar diluncurkan, kehadirannya disebut dapat berdampak besar mengingat rekam jejak perusahaan dalam membentuk kategori perangkat teknologi.

Dari sisi fungsi, kacamata AI saat ini disebut sudah mampu menggantikan sejumlah peran smartphone. Pengguna dapat mendokumentasikan momen, menerima notifikasi, mengakses navigasi, memutar musik, serta memperoleh informasi instan terkait objek di sekitar. Teknologi pengenalan visual dan pemrosesan bahasa alami memungkinkan AI memberikan respons yang kontekstual secara waktu nyata.

Meski begitu, perangkat ini dinilai belum sepenuhnya bisa menggantikan smartphone. Sejumlah keterbatasan masih disebut menjadi penghambat, mulai dari daya tahan baterai, ukuran layar virtual, hingga kebutuhan konfigurasi awal yang kerap masih bergantung pada ponsel. Dalam kondisi saat ini, kacamata AI lebih sering diposisikan sebagai perangkat pendamping.

Tantangan lain yang turut disorot adalah kebutuhan konektivitas yang tinggi, keterbatasan ukuran perangkat keras, serta isu privasi dan keamanan data. Agar dapat mengambil alih peran smartphone secara lebih menyeluruh, beberapa prasyarat teknologi disebut perlu dipenuhi, seperti baterai yang mampu bertahan seharian, integrasi AI yang lebih dalam untuk memahami konteks visual dan suara secara real time, dukungan konektivitas seperti 5G dan Wi-Fi 6, serta layar augmented reality (AR) yang lebih imersif, besar, dan jernih untuk multitasking.

Ke depan, kacamata AI diproyeksikan berpotensi menjadi pusat aktivitas digital jika peningkatan pada baterai, layar AR, dan kemampuan AI terus berkembang. Gambaran yang ditawarkan adalah pengguna dapat menjalankan aplikasi, menerima pesan, dan berinteraksi dengan dunia digital cukup melalui pandangan dan suara.

Meski masih berada pada tahap awal dan belum menggantikan smartphone sepenuhnya, kacamata AI dinilai memiliki prospek besar dalam membentuk cara baru berinteraksi dengan teknologi di era digital.