Itron Inc. mendemonstrasikan integrasi platform distributed intelligence (DI) miliknya dengan platform NVIDIA Jetson. Integrasi ini ditujukan untuk memungkinkan analisis data secara real-time dari endpoint Itron dengan memanfaatkan kemampuan komputasi di edge.
Dalam demonstrasi tersebut, teknologi memproses data waveform dari endpoint Itron dan menerapkan kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi anomali secara lokal. Perusahaan menyebut pendekatan ini dapat membantu mengidentifikasi gangguan maupun potensi kebakaran hutan.
Itron menjelaskan, platform Jetson dapat menganalisis data yang dikumpulkan oleh endpoint cerdasnya di grid edge. Sistem melakukan inferensi di edge untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan gangguan dengan kecepatan dan akurasi, menurut perusahaan.
“Melalui kolaborasi kami dengan NVIDIA, Itron mendemonstrasikan AI di grid edge, memanfaatkan platform DI kami, untuk membantu utilitas mendeteksi dan mengklasifikasikan kondisi yang mungkin mengindikasikan gangguan, risiko kebakaran hutan, atau ancaman yang muncul lainnya dengan lebih baik,” kata Don Reeves, senior vice president of Outcomes di Itron.
Kolaborasi ini disebut menjawab kebutuhan utilitas untuk memproses data berfidelitas tinggi lebih dekat ke sumbernya guna mendukung pengambilan keputusan real-time. Portofolio Grid Edge Intelligence Itron dirancang untuk mendukung distributed intelligence di seluruh jaringan distribusi, sementara NVIDIA Jetson menyediakan komputasi berkinerja tinggi untuk memproses data dalam jumlah besar.
Sistem tersebut menggunakan AI untuk menganalisis data real-time berfrekuensi tinggi yang dikumpulkan oleh endpoint Itron. Aplikasi kemudian belajar mengenali kondisi yang menandakan risiko, sehingga infrastruktur dapat memprediksi dan mencegah insiden, menurut perusahaan.
Itron menyediakan solusi infrastruktur untuk manajemen layanan energi, air, dan kota. Perusahaan berbasis di Liberty Lake, Washington, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$4,1 miliar.
Di sisi pasar, saham Itron dilaporkan turun 14% dalam setahun terakhir dan diperdagangkan mendekati level terendah 52 minggu di US$88,57, menurut data InvestingPro. Platform tersebut juga menilai saham berada pada level undervalued, dengan free cash flow yield 9% dan skor kesehatan keuangan keseluruhan dinilai “GREAT.”