Itel CITY 200 menjadi smartphone pertama itel untuk pasar Indonesia pada 2026. Ponsel di kisaran harga Rp 1 jutaan ini menonjolkan desain yang dibuat terlihat lebih premium, lengkap dengan layar bergaya punch-hole dan sejumlah fitur yang jarang ditemui di kelas harganya, seperti kapasitas penyimpanan 128 GB serta NFC.
Itel memposisikan lini CITY sebagai seri smartphone terjangkau yang mengedepankan tampilan stylish dan modern. Pada CITY 200, pendekatan itu terlihat dari rancangan bodi yang disebut “Metallic Deco” dengan gaya flat pada bagian belakang dan frame, sementara tepian sudut dibuat melengkung. Meski menggunakan material polikarbonat untuk frame dan bodi belakang, perangkat ini disebut terasa solid saat digenggam.
Secara fisik, itel CITY 200 memiliki dimensi 167.62 x 78.62 x 7.45 mm dengan bobot sekitar 192 gram. Pilihan warnanya terdiri dari Vibe Purple, Melody Pink, Bass Black, serta Echo Silver (varian yang diuji). Ponsel ini juga dibekali sertifikasi IP65 yang berarti kedap debu dan tahan cipratan air dari segala arah, serta disebut telah lolos uji ketahanan MIL-STD 810H.
Di sekeliling bodi, sisi kanan memuat tombol daya yang merangkap sensor sidik jari serta tombol volume. Sisi atas kosong. Sisi kiri menampung SIM tray triple slot yang memungkinkan penggunaan dua nano SIM dan satu microSD secara bersamaan. Sementara itu, bagian bawah menyediakan jack audio 3,5 mm, mikrofon, port USB-C, serta grill speaker.
Konfigurasi audionya menggunakan single microphone dan single speaker. Kualitas speaker disebut sekadar mencukupi, namun volumenya dinilai cukup lantang untuk penggunaan harian.
Untuk layar, itel CITY 200 mengusung panel IPS berukuran 6,78 inci dengan resolusi HD+ (1576 x 720 piksel). Ponsel ini menghadirkan refresh rate 120 Hz adaptive yang bisa turun ke 60 Hz saat tidak ada aktivitas. Namun, secara standar refresh rate berjalan hingga 90 Hz pada home screen maupun saat membuka aplikasi. Agar bisa mencapai 120 Hz, pengguna perlu mengatur refresh rate ke mode High dan memilih aplikasi yang diizinkan berjalan pada 120 Hz.
Menariknya, meski menggunakan panel IPS, ponsel ini tetap menyediakan opsi Always-on Display di pengaturan. Fitur tersebut bukan menyala terus-menerus, melainkan hanya dapat aktif hingga 5 detik. Dalam pengujian indoor, kecerahan maksimal layar mencapai 386 nits. Perangkat ini tidak memiliki auto brightness sehingga kecerahan dalam simulasi outdoor tidak diuji. Tersedia High Brightness Mode, tetapi hasilnya disebut tidak jauh berbeda dibanding kecerahan maksimal biasa.
Dalam hal reproduksi warna, tidak tersedia opsi mode warna. Hasil pengujian menunjukkan cakupan dan volume gamut mendekati 90% sRGB. Layar mendukung hingga lima sentuhan jari. Dari sisi desain, bezel dinilai masih wajar untuk kelas harga, dan penggunaan punch-hole menjadi nilai tambah. Komponen layar juga disebut rata dengan frame, sehingga tampilan dan rasa genggamnya lebih mendekati ponsel kelas menengah.
Di bagian depan, terdapat earpiece untuk panggilan telepon dan kamera selfie 8 MP yang ditempatkan di punch-hole. Kamera depan mendukung perekaman video hingga 2K 30 fps.
Di belakang, modul kamera terlihat seperti memiliki dua kamera, namun hanya satu yang fungsional, yakni kamera utama 50 MP dengan perekaman video hingga 2K 30 fps. Di bawahnya terdapat kamera bonus, lalu Infrared Blaster yang memungkinkan ponsel digunakan sebagai remote untuk perangkat seperti AC dan TV.
Untuk fitur kamera, itel CITY 200 menyediakan sejumlah mode, antara lain Slow-mo, Time-lapse, Dual Video, Super Night, Pro (Photo), Ultra HD, Street Snap, dan Portrait.
Dengan kombinasi desain yang dibuat tampil premium, penyimpanan 128 GB, NFC, serta tambahan seperti Infrared Blaster, itel CITY 200 menawarkan paket fitur yang terbilang lengkap untuk segmen harga Rp 1 jutaan.