BERITA TERKINI
ITB dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia Teken MoU Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Inovasi

ITB dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia Teken MoU Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Inovasi

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kolaborasi dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, riset, dan inovasi. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., dan Direktur Administration, Corporate Planning & Legal Office, & Product Business Management TMMIN Yandri Pardomuan.

Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri, terutama dalam pengembangan teknologi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Prof. Lavi menyatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan arah transformasi ITB menuju universitas generasi keempat (4th Generation University), yakni perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Kita kini sedang menuju 4th generation university, jadi tidak hanya melakukan riset tapi juga menghasilkan sesuatu yang berdampak. Semoga kolaborasi ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya yakin ini dapat membawa banyak kebaikan,” kata Prof. Lavi. Ia juga berharap kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi ITB dan TMMIN dalam mendorong inovasi nasional.

Dari pihak TMMIN, Yandri Pardomuan menilai kolaborasi ini sebagai momentum untuk membangun sinergi antara sektor manufaktur dan pendidikan tinggi di Indonesia. “Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama-sama, baik dari industri manufaktur maupun pendidikan. Kami ingin menjadi pusat R&D di Indonesia, tentu kami butuh SDM dari ITB dan butuh kolaborasi dari seluruh pihak,” ujarnya.

Yandri menambahkan, transformasi perusahaan membutuhkan kerja sama yang solid agar dapat berjalan berkelanjutan. “Masing-masing saling bisa membantu. Untuk software engineer sudah kita mulai. Semoga kerja sama ini bisa berkontribusi juga untuk kemajuan bangsa,” katanya.

Sebelum penandatanganan MoU, ITB dan TMMIN telah menggelar diskusi awal pada 12 September 2025 di ITB Innovation Park Technopolis Summarecon Bandung. Pertemuan itu dihadiri jajaran pimpinan TMMIN, antara lain Wakil Presiden Direktur Bob Azam, Direktur Teknik, Technical Government Affairs & Production Logistic Control Widjanarko, serta sejumlah penasihat senior. Dari pihak ITB hadir Prof. Lavi Rizki Zuhal, Direktur DKST ITB Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D., serta pimpinan fakultas dan sekolah, termasuk FTI, FTMD, STEI, dan FSRD.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas potensi kolaborasi riset dan pengembangan teknologi otomotif berkelanjutan, inovasi energi bersih, desain produk, penguatan kapasitas talenta muda, hingga hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan langsung oleh industri dan masyarakat. Rangkaian diskusi itu menjadi fondasi bagi penandatanganan MoU.

Secara umum, kerja sama ITB dan TMMIN mencakup kegiatan bersama dalam kerangka Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program yang direncanakan antara lain penelitian kolaboratif, proyek pengembangan prototipe, kegiatan magang, kuliah tamu, pelatihan bersama, serta penguatan ekosistem startup dan inovasi di bidang mobilitas masa depan.