BERITA TERKINI
ITB dan Pemkab Ogan Komering Ulu Teken Kerja Sama untuk Pendidikan, Riset, dan Inovasi Daerah

ITB dan Pemkab Ogan Komering Ulu Teken Kerja Sama untuk Pendidikan, Riset, dan Inovasi Daerah

Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) menandatangani nota kesepahaman kerja sama yang mencakup penguatan pendidikan, penelitian, pengembangan infrastruktur, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dan Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP, MM, M.Pd.

Dalam sambutannya, Rektor ITB menyampaikan bahwa ITB sebagai lembaga pendidikan teknik tertua di Indonesia memiliki dua misi utama, yakni menjadi universitas kelas dunia yang unggul serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengatakan, sekitar satu tahun terakhir ITB aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun industri, dalam upaya membangun Indonesia.

Prof. Tatacipta menjelaskan, ITB telah berkolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah melalui layanan kepakaran, antara lain terkait penanganan persoalan sampah, energi, hingga perencanaan wilayah dan kota. Selain itu, ITB membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengirim putra-putri terbaiknya melalui program beasiswa agar dapat menempuh pendidikan di ITB.

Ia juga menyebut ITB memiliki sejumlah skema penerimaan mahasiswa, seperti Seleksi Siswa Unggul (SSU) serta jalur afirmasi bagi siswa dari daerah. Skema tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan siswa berprestasi dari berbagai wilayah di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sekaligus mendorong mereka berkontribusi bagi daerah asalnya.

Di bidang peningkatan kualitas pendidikan, ITB turut menyelenggarakan program penguatan kapasitas guru, khususnya dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Sementara itu, Bupati OKU Teddy Meilwansyah menilai nota kesepahaman ini sebagai langkah strategis Pemkab OKU dalam mempersiapkan pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara mandiri tanpa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

Ia menyampaikan kerja sama ini meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengembangan infrastruktur, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pemkab OKU berharap kolaborasi tersebut melahirkan program-program yang konkret.

Bupati Teddy juga menekankan pentingnya kajian dan perencanaan pembangunan berbasis wilayah, termasuk kajian teknologi tepat guna yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan di Kabupaten OKU.

Selain itu, ia menyebut sejumlah potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan ITB, seperti peningkatan kapasitas geospasial daerah, pembangunan jembatan dan infrastruktur, hingga pengembangan sektor industri dan sumber daya alam. Kabupaten OKU, menurutnya, memiliki industri besar seperti industri semen dan sektor energi, serta potensi sumber daya alam seperti batu kapur dan silika yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan riset dan teknologi.

Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. “Semoga kesepakatan ini tidak hanya tertuang di dalam dokumen saja, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan untuk kemajuan daerah dan Indonesia,” ujarnya.