BERITA TERKINI
Iran Tangkap Pria di Fars karena Diduga Jual Akses Internet lewat Starlink

Iran Tangkap Pria di Fars karena Diduga Jual Akses Internet lewat Starlink

Iran dilaporkan menggencarkan razia terhadap penggunaan internet Starlink milik SpaceX. Dalam operasi terbaru, polisi menangkap seorang pria di Provinsi Fars yang diduga mengendalikan jaringan penyedia akses internet menggunakan terminal Starlink.

Teknologi Starlink berstatus ilegal di Iran. Penangkapan ini juga terjadi di tengah pemblokiran internet secara nasional. Pemerintah Iran disebut memberlakukan pemutusan internet total dan mengisolasi negara itu secara digital sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Di tengah pembatasan tersebut, sebagian warga berupaya mencari akses internet dengan menggunakan terminal Starlink yang terhubung melalui jaringan satelit. Namun, tindakan itu dipandang sebagai tindak pidana di Iran dan dapat berujung pada hukuman penjara.

Kantor berita ISNA, mengutip wakil komandan polisi Provinsi Fars, melaporkan bahwa pria berusia 37 tahun itu ditangkap di Shiraz. Ia diduga membangun jaringan di beberapa provinsi untuk menjual akses internet tanpa batas melalui Starlink.

Berdasarkan hukum di Iran, pihak yang terbukti bersalah menggunakan, mengangkut, membeli, atau menjual perangkat komunikasi internet elektronik seperti Starlink untuk mengakses konten terlarang dapat dipidana penjara hingga dua tahun.

Hingga kini, komunikasi dengan orang-orang di dalam wilayah Iran dilaporkan masih sangat sulit karena pemutusan internet yang diberlakukan pemerintah sejak awal perang. Meski demikian, sebagian warga yang melek teknologi disebut tetap menggunakan perangkat Starlink dan membagikan koneksi kepada orang lain.

Sebelumnya, warga Iran juga sempat mengalami pemadaman internet selama 18 hari pada Januari di tengah gelombang protes anti-pemerintah. Pada periode itu, pihak berwenang dilaporkan berhasil mengganggu pengoperasian terminal Starlink.

Starlink sempat menjadi salah satu jalur komunikasi bagi sebagian pengunjuk rasa. Namun, Teheran kemudian disebut mengerahkan alat pengacak GPS tingkat militer untuk mencegah warga mengakses atau menyebarkan informasi. Terminal Starlink menggunakan sinyal GPS untuk menentukan lokasi dan terhubung dengan satelit; pengacakan sinyal ini dilaporkan dilakukan untuk memutus akses.