BERITA TERKINI
IPB Bangun NICAB di Kampus Dramaga, Ditargetkan Jadi Laboratorium Riset Berstandar Internasional pada 2027

IPB Bangun NICAB di Kampus Dramaga, Ditargetkan Jadi Laboratorium Riset Berstandar Internasional pada 2027

IPB University memulai pembangunan National Instrumentation Center for Agriculture and Bioscience (NICAB) dengan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kampus Dramaga pada 26 Februari 2026. Pusat riset ini ditargetkan rampung pada 2027 dan diproyeksikan menjadi laboratorium berstandar internasional.

NICAB merupakan bagian dari proyek KOICA-ICAB 2022–2028 yang didukung Korea International Cooperation Agency (KOICA), bekerja sama dengan IPB University dan Seoul National University.

Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet menekankan bahwa pembangunan NICAB tidak hanya bersifat fisik, melainkan langkah strategis untuk masa depan riset nasional. Dalam seremoni groundbreaking, ia menyebut pembangunan ini sebagai fondasi menuju era baru keunggulan riset, kolaborasi ilmiah, dan inovasi yang berdampak bagi komunitas global.

Alim juga menyatakan NICAB merupakan bentuk kepercayaan dan komitmen KOICA dalam memperkuat kapasitas riset pertanian dan biosains di Indonesia. Menurutnya, fasilitas ini dirancang untuk membangun ekosistem riset terintegrasi guna menjawab tantangan keterbatasan sumber daya manusia terampil, pengelolaan laboratorium, serta optimalisasi peralatan riset berteknologi maju.

“Kami percaya NICAB akan menjadi infrastruktur kunci untuk mendukung riset yang lebih terintegrasi, maju, dan berdampak. Fasilitas ini tidak hanya melayani IPB, tetapi juga terbuka untuk kolaborasi nasional dan global,” kata Alim.

Direktur KOICA Indonesia Kim Hyojin mengatakan pembangunan NICAB merupakan bagian dari kemitraan strategis Indonesia dan Korea Selatan dalam merespons tantangan ketahanan pangan global. Melalui NICAB, menurutnya, kedua negara memperkuat komitmen membangun sistem pangan yang tangguh, berbasis sains, dan berorientasi masa depan.

Gedung NICAB nantinya akan menampung lima laboratorium unggulan, yakni kultur sel, metabolomik dan produk alami, sains molekuler, nano-imaging, serta karakterisasi material agromaritim. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung riset prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan dan keberlanjutan.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB University Prof. Ernan Rustiadi menambahkan, NICAB akan memperkuat empat pilar riset IPB, yaitu omic science, kecerdasan buatan, sains keberlanjutan, dan sosial-ekonomi dalam kerangka agromaritim.

Sementara itu, Manajer Proyek KOICA-ICAB Prof. Ho Sang Kang menilai keberadaan laboratorium berstandar internasional merupakan kebutuhan mendesak. Ia menekankan NICAB dirancang sebagai laboratorium model dengan sistem pendukung modern agar instrumen berteknologi tinggi dapat berfungsi optimal.