BERITA TERKINI
Internet Merah Putih: Layanan Satelit, Keunggulan, dan Arah Pengembangannya

Internet Merah Putih: Layanan Satelit, Keunggulan, dan Arah Pengembangannya

Akses internet semakin dipandang sebagai kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, layanan publik, hingga aktivitas ekonomi digital. Di Indonesia, pemerintah mendorong pemerataan konektivitas melalui berbagai program nasional yang kerap disebut sebagai Internet Merah Putih.

Istilah “Internet Merah Putih” merujuk pada layanan internet satelit yang dikembangkan oleh ekosistem Telkom Group melalui Telkomsat. Layanan ini ditujukan untuk menghadirkan jaringan internet yang merata, aman, dan berdaulat di seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Selain layanan satelit, konsep Internet Merah Putih juga terkait dengan kemandirian digital, perlindungan data, serta pemerataan layanan hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Inisiatif ini ditempatkan sebagai bagian dari penguatan konektivitas berbasis satelit nasional.

Keunggulan layanan Internet Merah Putih

Internet Merah Putih dari Telkomsat dirancang untuk menyediakan konektivitas stabil di berbagai wilayah, termasuk area yang belum terjangkau jaringan terestrial. Sejumlah fitur yang disebutkan meliputi paket data tanpa batas, opsi penambahan kapasitas, hingga dukungan teknis.

Pertama, layanan ini menyediakan unlimited data plan atau paket data tanpa batas, sehingga pengguna dapat memanfaatkan internet untuk operasional kantor, pendidikan, maupun layanan publik tanpa khawatir kehabisan kuota.

Kedua, tersedia opsi top-up yang memungkinkan pengguna menambah layanan atau kapasitas secara praktis, sehingga kebutuhan bandwidth dapat disesuaikan dengan aktivitas penggunaan.

Ketiga, layanan ini menawarkan kecepatan hingga 50 Mbps untuk unduh dan hingga 5 Mbps untuk unggah. Kecepatan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas digital seperti konferensi video, administrasi daring, layanan publik digital, hingga operasional bisnis.

Selain itu, disebutkan pula adanya fasilitas free airtime yang memberikan nilai tambah bagi pengguna, khususnya untuk kebutuhan operasional rutin.

Internet Merah Putih juga dilengkapi jaminan layanan serta dukungan teknis 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, dengan tujuan agar gangguan koneksi dapat ditangani lebih cepat dan operasional tetap berjalan.

Tujuan pengembangan

Internet Merah Putih diposisikan sebagai upaya pemerintah membangun ekosistem internet yang merata, aman, dan mendukung kedaulatan digital. Program ini berkaitan dengan pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional serta penguatan regulasi digital.

Dalam penjelasan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pemerataan akses internet menjadi bagian penting transformasi digital nasional, dengan fokus pada pembangunan jaringan, peningkatan kualitas layanan, dan literasi digital masyarakat.

Tujuan yang disebutkan mencakup pemerataan akses internet nasional agar masyarakat di daerah terpencil mendapatkan akses yang layak untuk mendukung pendidikan daring, layanan kesehatan digital, serta ekonomi berbasis teknologi.

Selain pemerataan, konsep ini menekankan kedaulatan digital, termasuk aspek keamanan data dan pengelolaan infrastruktur secara mandiri untuk mengurangi ketergantungan pada sistem luar negeri dan meningkatkan kontrol terhadap data strategis.

Tujuan lainnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Disebutkan bahwa konektivitas yang merata membuka peluang pelaku UMKM masuk ke pasar digital, dan merujuk laporan International Telecommunication Union, konektivitas luas berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital dan inklusi keuangan di negara berkembang.

Program pendukung ekosistem Internet Merah Putih

Implementasi pembangunan jaringan ini merujuk pada standar teknis International Telecommunication Union (ITU) untuk memastikan kualitas layanan atau Quality of Service memenuhi standar global. Laporan World Bank juga disebut sebagai rujukan yang menyatakan pemerataan infrastruktur telekomunikasi secara empiris dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) melalui digitalisasi UMKM.

Beberapa program yang disebut membentuk ekosistem Internet Merah Putih antara lain:

1. Satelit SATRIA-1 dan generasi penerusnya
Satelit Multifungsi SATRIA-1 disebut menjadi tulang punggung konektivitas bagi wilayah 3T. Satelit ini dirancang untuk menyediakan akses internet di titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, dan kantor desa yang tidak terjangkau kabel serat optik. Teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang digunakan memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi dengan cakupan luas.

2. Proyek Palapa Ring integrasi
Palapa Ring merupakan jaringan kabel serat optik yang disebut sebagai “tol langit” Indonesia. Proyek integrasi yang disebut berlanjut pada 2026 bertujuan menghubungkan jalur barat, tengah, dan timur secara lebih redundan, sehingga bila terjadi gangguan pada satu jalur, konektivitas wilayah lain tetap terjaga.

3. Penguatan literasi digital masyarakat
Selain pembangunan infrastruktur, program literasi digital nasional ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menggunakan internet secara produktif dan aman. Merujuk UNESCO, literasi ditekankan pada kemampuan memfilter informasi serta perlindungan data pribadi untuk menghindari ancaman siber.

4. Pusat Data Nasional (PDN)
Sebagai bagian dari upaya kedaulatan data, pembangunan PDN disebut mengacu pada standar keamanan ISO/IEC 27001 untuk sistem manajemen keamanan informasi. PDN ditujukan untuk mengintegrasikan data pemerintah secara aman dan efisien agar layanan publik digital dapat diakses lebih cepat dan transparan.

5. Pengembangan jaringan 5G domestik
Akselerasi 5G tidak hanya difokuskan pada kota besar, tetapi juga kawasan industri dan pelabuhan strategis. Pengaturan spektrum frekuensi disebut dilakukan secara ketat untuk mendukung ekosistem Internet of Things (IoT) di sektor pertanian dan perikanan.