Akses internet di Desa Tutukembong, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, kembali menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan jaringan yang sering bermasalah dan tidak stabil. Keluhan ini mencuat karena gangguan jaringan disebut berulang hampir setiap tahun, sebagaimana disampaikan pada Minggu (8/3/2026).
Warga menilai persoalan tersebut tidak hanya menghambat komunikasi sehari-hari, tetapi juga berdampak pada aktivitas pendidikan, pelayanan publik, serta akses informasi masyarakat di desa tersebut.
Sejumlah warga menyebut jaringan internet di wilayah mereka kerap mengalami gangguan, bahkan pada waktu tertentu tidak dapat digunakan sama sekali. Kondisi itu disebut sudah berlangsung cukup lama dan terus berulang tanpa perbaikan yang signifikan.
“Kalau jaringan hilang itu bisa sampai berbulan-bulan dan kami jadi kesulitan berkomunikasi, apalagi sekarang banyak urusan yang harus lewat internet,” ujar salah satu warga Tutukembong yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Persoalan jaringan ini disebut bukan hal baru. Beberapa laporan dan pemberitaan sebelumnya telah menyoroti lemahnya infrastruktur dan kualitas layanan internet di sejumlah desa di wilayah Kepulauan Tanimbar, termasuk di Kecamatan Nirunmas. Namun, warga menilai respons dari instansi terkait, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) daerah, belum terlihat maksimal.
Sejumlah masyarakat juga mempertanyakan tidak adanya penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan jaringan yang kerap terjadi maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan. Mereka menilai persoalan ini terkesan dipandang sepele karena belum ada tindak lanjut yang terlihat.
Di sisi lain, warga menegaskan akses internet kini menjadi kebutuhan penting, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan informasi. Internet digunakan tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga untuk kegiatan belajar mengajar, transaksi ekonomi, hingga layanan administrasi pemerintahan.
Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Nirunmas berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan jaringan di wilayah tersebut. Mereka juga meminta adanya koordinasi yang lebih serius dengan penyedia layanan telekomunikasi agar gangguan jaringan tidak terus berulang setiap tahun.