Informasi kini dapat ditemukan dalam hitungan detik melalui mesin pencari. Cukup memasukkan kata kunci, beragam artikel, video, hingga referensi muncul di layar. Kemudahan ini memunculkan pertanyaan tentang relevansi perpustakaan di era digital. Namun, menurut pustakawan Universitas Nusa Mandiri (UNM) Dio Andre Nusa, perpustakaan justru semakin relevan.
Ia menilai kecepatan akses internet tidak selalu sejalan dengan kualitas informasi. Di ruang digital, banyak informasi beredar tanpa sumber yang jelas, tidak terverifikasi, bahkan berpotensi menyesatkan. Dalam kondisi tersebut, kemampuan literasi informasi menjadi kebutuhan penting.
Literasi informasi, menurutnya, bukan sekadar kemampuan mencari informasi, tetapi juga memahami, mengevaluasi, dan menilai apakah informasi tersebut dapat dipercaya serta relevan dengan kebutuhan pengetahuan. Pada titik inilah perpustakaan disebut memiliki peran strategis.
Perpustakaan menyediakan sumber informasi yang telah melalui proses seleksi dan pengelolaan secara sistematis. Koleksi seperti buku, jurnal ilmiah, dan referensi akademik umumnya berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga pengetahuan yang dinilai valid.
Dio menyebut perpustakaan di lingkungan kampus juga telah bertransformasi. Di Universitas Nusa Mandiri, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi ruang rak buku, melainkan pusat akses pengetahuan yang mendukung ekosistem pembelajaran digital. Layanan katalog daring, koleksi buku elektronik, serta akses ke jurnal ilmiah internasional menjadi bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Dalam lingkungan akademik berbasis teknologi, perpustakaan berperan mendukung pengembangan literasi informasi mahasiswa. Akses terhadap sumber pengetahuan yang berkualitas dinilai membantu memperluas wawasan, melatih kemampuan berpikir kritis, serta mendorong penggunaan informasi secara tepat dalam kegiatan akademik maupun penelitian.
Ia menambahkan, mahasiswa yang terbiasa menggunakan sumber kredibel cenderung memiliki kualitas analisis lebih kuat dibanding mereka yang hanya mengandalkan informasi acak dari internet. Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan utama bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kemampuan menyaringnya.
Karena itu, perpustakaan disebut tetap menjadi pilar penting dalam menjaga kualitas pengetahuan dan memperkuat budaya literasi di lingkungan kampus. Dio mengingatkan agar pencarian informasi tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas sumbernya, dan perpustakaan dapat menjadi titik awal untuk itu.