BERITA TERKINI
Integrasi PRIMA ITB dan CEO Summit 2025 Didorong Percepat Hilirisasi Riset Deep-Tech ke Industri

Integrasi PRIMA ITB dan CEO Summit 2025 Didorong Percepat Hilirisasi Riset Deep-Tech ke Industri

Institut Teknologi Bandung (ITB) mengintegrasikan PRIMA dan CEO Summit 2025 sebagai langkah strategis untuk mempertemukan peneliti, pemimpin industri, dan perusahaan rintisan (startup) dalam satu forum. Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyatakan penggabungan ini ditujukan untuk mempercepat hilirisasi teknologi sekaligus membuka peluang kemitraan strategis.

Dalam pemaparannya, Prof. Tatacipta menyampaikan visi ITB periode 2025–2030 yang menitikberatkan pada penguatan ekosistem teknologi mendalam (deep-tech) nasional. Ia menegaskan produktivitas riset ITB tetap kompetitif di tingkat internasional, meski terdapat tantangan efisiensi anggaran.

Menurut Prof. Tatacipta, pada 2025 sebanyak 16 dosen ITB masuk daftar Top 2% Scientist in the World. Selain itu, ITB telah membina 296 startup, dengan sejumlah di antaranya disebut telah memberikan kontribusi finansial kembali ke institusi melalui pembayaran royalti lisensi paten.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menekankan pentingnya riset yang berorientasi pada permintaan pasar (demand-driven). Ia menyebut keberadaan off-taker atau mitra industri sebagai penyerap hasil inovasi perguruan tinggi menjadi syarat agar riset kampus tidak berhenti di laboratorium dan dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Menteri juga mendorong pemanfaatan skema dana pendamping (matching fund) untuk menjembatani kesenjangan antara riset di laboratorium dan kebutuhan industri. Skema ini, menurutnya, menuntut kerja sama nyata antara peneliti dan mitra industri sejak awal agar inovasi tidak berhenti pada tahap pengembangan, melainkan berlanjut hingga siap diproduksi secara massal.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penganugerahan PRIMA Award sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi sivitas akademika. Penghargaan ini diberikan kepada dosen, peneliti, dan unit kerja yang dinilai menunjukkan kinerja unggul dalam riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Untuk kategori Direktorat Riset dan Inovasi (DRI), penerima PRIMA Award 2025 meliputi: Peneliti Berprestasi Dr. Ir. Khoiruddin, S.T., M.T.; Inovasi Unggul Berdampak Prof. Ir. Hardianto Iridiastadi, MSIE., Ph.D., CPE.; serta Kinerja Pusat/Pusat Penelitian Terbaik kepada Pusat Sains Teknologi dan Inovasi Keantariksaan (PSTIA).