Institut Gizi Vietnam mengembangkan aplikasi Vietnam Nutrition (VNeNUTRITION) sebagai upaya transformasi digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi gizi yang akurat, berbasis ilmiah, dan mudah digunakan melalui platform seluler. Aplikasi ini disebut sebagai hasil digitalisasi data ilmiah tentang gizi di Vietnam, dengan tujuan mendekatkan rekomendasi ahli pada pilihan makan individu dan keluarga.
Profesor Madya Dr. Tran Thanh Duong, Direktur Institut Gizi, menekankan bahwa nutrisi yang tepat menjadi dasar kesehatan, postur tubuh, dan kecerdasan. Menurutnya, pola makan seimbang dan sehat berkontribusi pada pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup.
Ia juga menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun berbagai solusi komprehensif dan terkoordinasi telah diterapkan dalam kerangka Strategi Nasional tentang Gizi periode 2021–2030 dan visi hingga 2045. Sejumlah hasil positif disebut telah dicapai, termasuk penurunan berkelanjutan angka kekurangan gizi pada anak serta peningkatan tinggi badan rata-rata remaja Vietnam.
Meski demikian, Vietnam masih menghadapi tiga beban gizi. Pertama, pertumbuhan terhambat akibat kekurangan gizi. Kedua, kekurangan mikronutrien yang masih terjadi, terutama di wilayah kurang beruntung dan pada kelompok rentan seperti anak di bawah lima tahun serta perempuan usia subur. Ketiga, peningkatan cepat kelebihan berat badan, obesitas, dan penyakit tidak menular yang dikaitkan dengan pola makan tidak sehat dan tidak seimbang, terutama di daerah perkotaan.
Duong menyatakan, untuk mengatasi tiga beban tersebut, setiap individu memerlukan pola makan sehat sepanjang hidup. Hal itu, menurutnya, membutuhkan pengetahuan gizi yang memadai dan praktik gizi yang benar, termasuk kemampuan memilih pola makan sehat bagi diri sendiri dan anggota keluarga.
Dalam konteks tersebut, VNeNUTRITION dirancang agar pengguna dapat mencari nilai gizi makanan, mengetahui porsi makan yang sesuai untuk berbagai kelompok, serta memperoleh saran dan panduan membangun pola makan yang rasional. Duong menyebut fitur-fitur itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku gizi pada tingkat individu maupun masyarakat.
Aplikasi ini juga memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi makanan melalui gambar, lalu menyediakan data referensi komposisi nutrisi berdasarkan data analitik dari Institut Gizi Nasional. Pada saat yang sama, sistem menganalisis nilai gizi makanan, membandingkannya dengan kebutuhan nutrisi yang direkomendasikan untuk individu, serta menunjukkan perbedaan di antara keduanya agar pengguna dapat memilih hidangan yang lebih sesuai.
Selain pengembangan aplikasi, Institut Gizi turut menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka acara terkait, termasuk pemeriksaan dan konsultasi gizi gratis untuk kelompok sasaran serta penyelenggaraan Ruang Pendidikan dan Komunikasi Gizi yang menampilkan beragam materi dan sumber daya komunikasi tentang pendidikan gizi.