BERITA TERKINI
Innovate for Impact Day Jakarta 2026 Perkuat Kolaborasi Startup ASEAN

Innovate for Impact Day Jakarta 2026 Perkuat Kolaborasi Startup ASEAN

Innovate for Impact Day Jakarta 2026 yang digelar di The Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), fX Sudirman, Jakarta, mempertemukan lebih dari 90 pendiri startup, investor, pelaku industri startup, serta perwakilan pemerintah dari sejumlah negara ASEAN. Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh peserta dari Malaysia dan Indonesia, serta dirancang sebagai platform regional melalui dua program utama: Creative Exchange Jakarta 2026 dan Grill or Chill Jakarta 2026.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Sonny Hendra Sudaryana, menilai penguatan konektivitas antarnegara ASEAN menjadi kunci kemajuan kawasan. Ia menyebut kemampuan menghubungkan ide, talenta, dan peluang lintas pasar akan menentukan daya saing ASEAN ke depan.

“Ke depan, ASEAN perlu bergerak sebagai ekosistem yang saling terhubung, bukan sebagai pasar yang berjalan sendiri-sendiri. Hal ini membutuhkan koordinasi lebih kuat antara kebijakan, platform ekosistem startup, dan para mitra. Sehingga, para founder startup mampu berkembang lintas negara dengan dukungan dan arah yang jelas,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Satu Creative yang diwakili Ahmad Azuar Zainuddin dan Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang diwakili Dr. Sonny Hendra Sudaryana. Kerja sama ini disebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi ekosistem inovasi ASEAN melalui pengembangan kerja sama lintas negara yang lebih terstruktur.

Pada sesi Creative Exchange Jakarta 2026, diskusi menyoroti perkembangan inovasi di ASEAN yang dinilai tidak lagi semata diukur dari pertumbuhan bisnis, melainkan juga dari aksesibilitas, keterjangkauan, dan kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan pasar yang beragam. Inovasi dipandang perlu menciptakan keberlanjutan akses, ketahanan menghadapi perubahan, serta transformasi jangka panjang.

Chief Executive Officer Satu Creative, Ahmad Azuar Zainuddin, menekankan bahwa inovasi seharusnya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi bisnis tidak cukup hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga harus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup.

“Dukungan untuk startup dan inovator yang memiliki tujuan jelas, tidak hanya mampu membangun bisnis. Namun, kita juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat supply chains, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus membantu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan kita. Itulah potensi sesungguhnya dari inovasi di ASEAN,” ungkapnya.

Sementara itu, sesi Grill or Chill Jakarta 2026 berfokus pada implementasi melalui pitching startup di hadapan panel yang terdiri dari perwakilan Satu Creative, Kementerian Komunikasi dan Digital, Gobi Partners Indonesia, Instellar, dan Pijar Foundation.

Sejumlah startup turut memaparkan gagasan dan model bisnisnya, termasuk tiga startup asal Malaysia, yakni Beebag Sdn Bhd, Materials In Works (M) Sdn Bhd, dan Moms Village Asia Sdn Bhd. Dari Jakarta, hadir lima startup: PT Matagi Informasi Pertiwi Indonesia, PT Enova Cakra Digital, PT Fellas Sahabat Ibu dan Anak, PT Revolusi Kesihatan Indonesia, dan PT Orionex Solusi Digital.

Ahmad Azuar Zainuddin menambahkan, ASEAN dinilai berada pada momentum penting dalam perjalanan inovasinya, dengan kolaborasi sebagai faktor penentu keberhasilan kawasan di masa depan.

“Masa depan kawasan ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita berkolaborasi lintas industri, yang menghubungkan founder, investor, pemerintah, dan para mitra untuk mengubah ide menjadi inovasi berdampak nyata dan berkelanjutan,” tutupnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara menegaskan visi bahwa perkembangan startup di ASEAN akan semakin ditentukan oleh kemampuan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kemampuan beradaptasi dengan dinamika pasar dan fokus pada kebutuhan pengguna juga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan dampak berkelanjutan di kawasan.