Jakarta – Pertumbuhan ekosistem startup di kawasan ASEAN terus memicu kolaborasi lintas negara. Hal itu tercermin dalam Innovate for Impact Day Jakarta 2026 yang digelar di Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), fX Sudirman, Jakarta, pada 6 Mei 2026.
Forum ini mempertemukan lebih dari 90 founder startup, investor, pelaku industri teknologi, serta perwakilan pemerintah dari sejumlah negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia. Agenda utamanya adalah memperkuat konektivitas ekosistem inovasi di Asia Tenggara.
Mengusung tema “Catalysing Innovation for Impact in ASEAN”, acara menghadirkan dua program utama, yakni Creative Exchange Jakarta 2026 dan Grill or Chill Jakarta 2026. Kedua sesi tersebut membahas peluang kolaborasi sekaligus membuka ruang interaksi langsung antara startup dan para pemangku kepentingan industri digital.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Sonny Hendra Sudaryana, menekankan pentingnya konektivitas antarnegara sebagai salah satu faktor kunci dalam perkembangan ekonomi digital ASEAN. Menurutnya, startup di kawasan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang apabila didukung kolaborasi lintas pasar yang lebih terarah.
“ASEAN perlu bergerak sebagai ekosistem yang saling terhubung. Dibutuhkan koordinasi antara kebijakan, platform startup, dan mitra agar founder dapat berkembang lintas negara dengan dukungan yang jelas,” ujarnya.
Dalam rangka penguatan kolaborasi inovasi regional, pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan kerja sama antara Satu Creative dan Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi RI.
Adapun sesi Creative Exchange Jakarta 2026 banyak membahas perkembangan inovasi startup di ASEAN yang dinilai tidak lagi semata berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada dampak bagi masyarakat. CEO Satu Creative, Ahmad Azuar Zainuddin, menyampaikan bahwa startup dapat membuka peluang ekonomi baru di kawasan.
“Startup dan inovator yang memiliki tujuan jelas tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat supply chain, serta membantu menjawab tantangan sosial dan ekonomi di Asean,” katanya.
Selain diskusi, acara turut menghadirkan sesi pitching startup yang diikuti perusahaan rintisan dari Indonesia dan Malaysia. Para founder mempresentasikan solusi bisnis mereka di hadapan investor dan mitra ekosistem startup, sekaligus memperoleh masukan strategis terkait pengembangan produk dan peluang ekspansi lintas negara.
Sejumlah startup yang tampil berasal dari berbagai sektor, mulai dari teknologi kesehatan, ekonomi digital, hingga solusi berbasis keberlanjutan. Secara keseluruhan, forum ini menjadi ruang pertemuan antara startup, investor, dan pemerintah untuk memperkuat jejaring kolaborasi di tengah pertumbuhan ekonomi digital ASEAN yang terus berkembang.