Pemerintah Indonesia menjalin kolaborasi strategis dengan Inggris Raya untuk membuka jalan bagi perusahaan rintisan (startup) lokal agar mampu berekspansi dan bersaing di pasar global.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan Indonesia merupakan kekuatan besar dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Namun, ia menilai banyak startup Indonesia masih menghadapi hambatan saat memperluas pasar ke luar negeri, mulai dari perbedaan regulasi, tantangan budaya, hingga keterbatasan jaringan yang mapan di pasar internasional.
Nezar mengatakan perjalanan ekspansi lintas negara kerap terhalang oleh “langit-langit kaca”. Karena itu, pemerintah menyambut pendirian UK Landing Pad yang dirancang untuk membantu startup Indonesia menembus hambatan tersebut.
Menurut Nezar, Indonesia memiliki ambisi besar untuk menumbuhkan inovasi lokal yang mampu bersaing di tingkat global. Melalui program UK Landing Pad, startup Indonesia disebut akan memperoleh jalur terstruktur untuk berekspansi ke Inggris Raya, dengan dukungan para pakar, jejaring, dan mentor.
Kemitraan Indonesia–Inggris, lanjut Nezar, dibangun atas visi bersama bahwa inovasi digital perlu memimpin pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui program tersebut, talenta digital dan pelaku industri didorong untuk menciptakan solusi inovatif yang diakui secara global.
Ia juga berpesan kepada para pendiri startup lokal agar terus menjaga ketahanan dan kemampuan beradaptasi, mengingat ekspansi global merupakan proses panjang. Nezar menekankan bahwa para pendiri startup tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membawa nama Indonesia melalui talenta dan kecerdasan yang dimiliki.