BERITA TERKINI
IndiHome Mengalami Gangguan Siang 22 Januari 2026, Keluhan Ramai di X dan Laporan Memuncak di Downdetector

IndiHome Mengalami Gangguan Siang 22 Januari 2026, Keluhan Ramai di X dan Laporan Memuncak di Downdetector

Layanan internet IndiHome mengalami gangguan pada Kamis (22/1/2026) siang. Sejumlah pengguna melaporkan koneksi internet tidak dapat diakses, sehingga keluhan ramai muncul di media sosial X (sebelumnya Twitter).

Seiring banyaknya laporan, kata kunci “IndiHome”, “Gangguan”, dan “Telkomsel” sempat menjadi trending topic di platform tersebut. Warganet menyampaikan dampak gangguan terhadap aktivitas harian, termasuk pekerjaan.

Laporan gangguan memuncak jelang siang

Berdasarkan pantauan di Downdetector, laporan terkait IndiHome mencapai puncak pada pukul 11.39 WIB dengan total 4.319 laporan pengguna.

Rincian laporan yang masuk menunjukkan:

  • Sekitar 82% pengguna mengeluhkan tidak bisa mengakses internet.
  • Sekitar 15% melaporkan total blackout.
  • Sekitar 3% melaporkan tidak bisa mengakses situs web.

Keluhan pengguna di media sosial

Keluhan warganet membanjiri lini masa X. Sejumlah pengguna menuliskan bahwa gangguan membuat pekerjaan terhambat. Ada pula yang mengaitkan gangguan dengan layanan seluler.

Salah satu pengguna menulis, “Weii erorr gak kira2, ini kerjaan terhambat semua gara kalian. Yg bener aja,” cuit @b**** di X.

Akun lain menyebut, “pantesan indihome sama kartu telkomsel punyaku rada-rada, perasaan rusak mulu dah,” tulis @t****.

Pengguna lain mengungkapkan informasi yang ia terima saat menghubungi layanan pelanggan. “Call indihome gara gara jaringan 1 kantor ilang, ternyata emang gangguan semuanya katanya kabel dibawah lautnya kena jangkar pr bgt kerjaan gue sangat amat butuh internet,” kata @m**** di X.

Hingga artikel ini ditulis, tim Tekno Liputan6.com disebut masih berupaya mengontak pihak Telkomsel terkait gangguan IndiHome. Gangguan dilaporkan mulai berangsur normal.

Kinerja Telkomsel hingga kuartal III 2025

Di sisi lain, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melaporkan kinerja positif anak usahanya, Telkomsel, hingga kuartal III 2025. Berdasarkan memo informasi Telkom Q3 2025 yang dikutip Selasa (9/12/2025), pertumbuhan terlihat dari kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) Telkomsel sebesar 5,2% secara kuartalan (QoQ), dari Rp41.300 menjadi Rp43.400.

Penetrasi layanan fixed mobile convergence (FMC) juga tercatat meningkat. Jumlah pelanggan IndiHome tumbuh 7,5%, dari 10,735 juta pelanggan pada September 2024 menjadi 11,544 juta pelanggan pada September 2025. Pelanggan pascabayar KartuHalo naik 6,3%, dari 7,682 juta menjadi 8,168 juta pelanggan.

Pendapatan bisnis digital Telkomsel meningkat 7,9% dari Rp 18,178 triliun pada kuartal II 2025 menjadi Rp 19,607 triliun pada kuartal III 2025. Kenaikan ini turut mendorong laba bersih Telkomsel naik 11,5% (QoQ) menjadi Rp 4,71 triliun, dengan Return on Equity (ROE) sebesar 83,7%.

Tanggapan pengamat dan infrastruktur jaringan

Pengamat Telekomunikasi sekaligus Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Agung Harsoyo, menilai capaian tersebut positif dan terkait strategi Telkomsel dalam memanfaatkan peluang transformasi digital.

“Langkah Telkomsel dalam menghadirkan berbagai layanan digital, termasuk tetapi tidak terbatas pada produk bundling layanan OTT, kemudian FMC seperti IndiHome, dan Telkomsel One, dinilai efektif dalam memaksimalkan pemanfaatan jaringan yang dimilikinya,” ujar Agung.

Ia menambahkan, pengembangan jaringan 4G dan 5G serta penguatan ekosistem layanan digital turut berkontribusi terhadap performa perusahaan. Saat ini Telkomsel didukung total 288.295 BTS, terdiri dari 235.627 BTS 4G dan 4.009 BTS 5G. Payload data Telkomsel tercatat tumbuh 17,2% secara tahunan (YoY) menjadi 17,5 juta TB.

Agung juga menyampaikan optimismenya terhadap kinerja keuangan Telkomsel ke depan, terutama bila target pembangunan 5.000 BTS 5G di 80 kota/kabupaten pada akhir 2025 tercapai. Ia menilai bisnis digital, termasuk yang berkaitan dengan AI, berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan berikutnya.