BERITA TERKINI
Ilmuwan Kembangkan Perangkat yang Bisa Mengirim Sensasi Ciuman Lewat Internet

Ilmuwan Kembangkan Perangkat yang Bisa Mengirim Sensasi Ciuman Lewat Internet

Ciuman jarak jauh yang selama ini lebih sering hadir sebagai fantasi dalam film kini mulai diuji dalam bentuk teknologi nyata. Sejumlah peneliti memperkenalkan perangkat eksperimental yang diklaim mampu merekam sensasi ciuman dan mengirimkannya melalui internet ke perangkat lain, sehingga orang di lokasi berbeda dapat merasakan kontak yang menyerupai ciuman sungguhan.

Perangkat tersebut menggunakan bibir silikon khusus yang dilengkapi sensor untuk menangkap berbagai parameter saat ciuman terjadi. Sensor ini merekam tekanan bibir, gerakan, arah, hingga gerakan kecil yang terjadi selama kontak. Data itu kemudian diubah menjadi bentuk digital dan dikirimkan melalui internet secara real-time.

Di sisi penerima, perangkat kedua memanfaatkan aktuator kecil untuk mereproduksi kembali tekanan dan gerakan yang sama. Dengan cara ini, pengguna di tempat lain dapat merasakan sensasi yang menurut penguji awal terasa realistis, termasuk perubahan intensitas dan gerakan halus. Sejumlah prototipe juga disebut mampu mensimulasikan suhu bibir, yang membuat pengalaman semakin mendekati kondisi nyata.

Proyek ini merupakan bagian dari riset komunikasi haptik, bidang teknologi yang berupaya mentransmisikan sensasi fisik melalui sistem digital. Teknologi haptik sebenarnya sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada pengontrol gim, perangkat realitas virtual, dan ponsel pintar yang memanfaatkan getaran untuk meniru sentuhan atau tekanan.

Namun, mentransmisikan ciuman dinilai jauh lebih rumit dibandingkan sekadar getaran. Prosesnya menuntut pendeteksian gerakan yang sangat presisi serta perubahan tekanan kecil. Karena itu, peneliti mengombinasikan sensor yang tidak hanya membaca kekuatan kontak, tetapi juga arah gerak bibir serta dinamika perubahan selama ciuman berlangsung.

Para pengembang menyebut salah satu skenario penggunaan yang kerap dibahas adalah membantu pasangan dalam hubungan jarak jauh. Banyak orang harus hidup terpisah karena pekerjaan, studi, atau kondisi tertentu. Panggilan video dapat menghadirkan gambar dan suara, tetapi tidak menyediakan kontak fisik. Teknologi semacam ini dipandang berpotensi memberi bentuk kedekatan tambahan, meski masih terbatas.

Meski menarik perhatian, para peneliti menekankan bahwa perangkat tersebut masih berada pada tahap eksperimen. Prototipe utamanya dikembangkan di laboratorium universitas untuk menguji sejauh mana sentuhan dapat ditransmisikan dari jarak jauh, bukan sebagai produk yang siap digunakan secara luas.

Di sisi lain, sejumlah ahli menilai kemampuan mentransmisikan sentuhan dapat memunculkan pertanyaan baru tentang cara manusia berkomunikasi dan membangun hubungan. Jika jejaring sosial pernah mengubah cara orang bertemu, komunikasi haptik dinilai berpotensi mengubah cara orang merasakan kedekatan di ruang digital.

Riset terkait juga tidak terbatas pada konteks romantis. Teknologi haptik serupa sedang diteliti untuk kebutuhan medis, termasuk kemungkinan membantu operasi robotik jarak jauh agar dokter tidak hanya melihat area tindakan, tetapi juga merasakan tekanan atau resistensi jaringan melalui perangkat robotik. Proyek lain mengeksplorasi pemanfaatan haptik dalam realitas virtual, sehingga pengguna dapat berinteraksi lebih fisik dengan lingkungan digital.

Gagasan berciuman melalui internet mungkin terdengar ganjil, tetapi pengembang melihatnya sebagai bagian dari tren lebih besar untuk menghubungkan dunia digital dan fisik. Jika pengembangan terus berlanjut, komunikasi daring di masa depan diperkirakan tidak hanya bertumpu pada gambar dan suara, melainkan juga berupaya menghadirkan sentuhan.