BERITA TERKINI
IHSG Turun 0,43% ke 8.274,08; WIFI Perkenalkan Layanan 5G ‘Internet Rakyat’, MPPA Rencanakan Rights Issue Rp780 Miliar

IHSG Turun 0,43% ke 8.274,08; WIFI Perkenalkan Layanan 5G ‘Internet Rakyat’, MPPA Rencanakan Rights Issue Rp780 Miliar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. IHSG terkoreksi 0,43% dan berakhir di level 8.274,08, di tengah dinamika pasar yang turut diwarnai aksi korporasi PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Di tengah penurunan indeks, sejumlah saham tercatat menguat dan menjadi penopang pergerakan pasar, di antaranya MBMA, MDKA, dan AMMN. Sementara itu, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, DCII, dan DSSA yang bergerak turun.

Dari sisi investor asing, tercatat jual bersih sebesar Rp245,37 miliar di pasar reguler. Namun secara keseluruhan, investor asing masih membukukan beli bersih Rp387,80 miliar.

Secara sektoral, lima dari 11 sektor di BEI ditutup melemah. Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam, sedangkan sektor basic industry menjadi yang paling menguat. Sentimen pasar juga tercermin pada koreksi yang dialami ETF EIDO dan MSCI Indonesia.

Di sisi korporasi, WIFI melalui entitas anaknya, Telemedia Komunikasi Pratama, memperkenalkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz dengan merek “Internet Rakyat” pada 19 Februari 2026. Perusahaan menargetkan fase komersialisasi penuh dengan 5.500 site aktif pada 2026, dengan fokus wilayah Jawa, Maluku, dan Papua.

Perseroan memproyeksikan layanan “Internet Rakyat” dapat menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan. Paket internet rumah yang ditawarkan memiliki kecepatan hingga 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu per bulan, di bawah batas maksimal yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital sebesar Rp147 ribu. Penggunaan spektrum 1,4 GHz disebut menjadi pembeda karena dinilai lebih optimal untuk kualitas jaringan di dalam ruangan.

Sementara itu, MPPA mengumumkan rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan 24 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Dana hasil aksi korporasi tersebut direncanakan untuk pembelian sejumlah aset properti di berbagai daerah, meliputi Plaza Gresik, Sinar Matahari Bogor, Mega M Kedung Badak Bogor, Gedoeng Merah eks Matahari Malioboro, serta tambahan aset berupa rumah susun di Dukuh Menanggal dan lahan di Balaraja. Total nilai transaksi akuisisi aset diperkirakan mencapai Rp780 miliar. Rencana rights issue ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 30 Maret 2026.

Adapun terdapat ringkasan rekomendasi saham dari PT Mega Capital Sekuritas untuk perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Analisis dan rekomendasi tersebut bersifat informatif dan bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu; keputusan investasi tetap berada pada masing-masing investor sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.