IBM dinobatkan sebagai Pemimpin dalam laporan IDC MarketScape: Worldwide Enterprise Planning, Budgeting, and Forecasting Applications Vendor Assessment 2026. Pengakuan ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan akan proses perencanaan yang lebih cepat dan andal, seiring volatilitas bisnis yang membuat keterbatasan alat perencanaan lama kian terlihat.
Dalam keterangan yang menyertai pengumuman tersebut, IBM menilai pasar bergerak menuju perencanaan yang tidak lagi bersifat periodik semata, melainkan menjadi kemampuan berkelanjutan di tingkat perusahaan. Perencanaan, menurut IBM, semakin menuntut kinerja, fleksibilitas, dan kecerdasan yang dapat diterapkan dalam skala besar.
IBM menyebut platform IBM Planning Analytics dirancang untuk membantu organisasi beralih dari siklus penganggaran yang statis menuju perencanaan terintegrasi yang berkelanjutan. Platform ini menggabungkan perencanaan keuangan dan operasional agar tim dapat merespons perubahan lebih cepat, dengan tetap mempertahankan tata kelola dan kontrol.
Salah satu fitur yang ditekankan adalah opsi pengalaman pengguna. Perencana dapat bekerja melalui lingkungan berbasis web, atau tetap menggunakan Excel sebagai antarmuka utama tanpa mengorbankan kemampuan audit, kinerja, maupun integritas data. IBM menyatakan pendekatan ini ditujukan untuk mendorong adopsi lebih luas di fungsi keuangan dan unit bisnis, sekaligus mendukung perencanaan terintegrasi dalam skala besar.
IBM juga menyoroti kemampuan AI yang ditanamkan langsung dalam alur kerja perencanaan. Dibangun di atas fondasi watsonx, Planning Analytics disebut mendukung peramalan, deteksi, dan analisis driver untuk membantu tim mengenali pola, memahami faktor pendorong, serta menilai skenario dengan lebih efektif. Selain itu, Asisten Planning Analytics menyediakan antarmuka berbahasa alami yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan, mengeksplorasi insight, dan memperoleh penjelasan hasil sesuai konteks.
Menurut IBM, kemampuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap hasil perkiraan, mengidentifikasi risiko dan outlier lebih awal dalam siklus perencanaan, serta mengurangi jeda waktu antara analisis dan pengambilan keputusan tanpa memerlukan keahlian ilmu data yang mendalam. IBM menekankan fitur-fitur ini sudah tersedia untuk penggunaan produksi dan dirancang untuk mendukung aktivitas perencanaan sehari-hari.
Di sisi tata kelola, IBM menyatakan Planning Analytics menyediakan kemampuan audit di seluruh sistem, termasuk pelacakan tindakan pengguna serta pemulihan ke titik historis. Fondasi ini, menurut IBM, dimaksudkan untuk membantu organisasi mengadopsi perencanaan berbasis AI sambil tetap memenuhi kebutuhan tata kelola dan kepatuhan.
IBM menilai pasar perencanaan perusahaan saat ini berkembang cepat, dengan kebutuhan terhadap platform yang menggabungkan kemudahan penggunaan dan fleksibilitas, mendukung beragam pendekatan perencanaan, serta dapat diskalakan lintas wilayah dan fungsi. Dalam konteks itu, IBM menyebut Planning Analytics menawarkan opsi penerapan yang fleksibel, alur kerja yang dapat dikonfigurasi, dan fondasi manajemen kinerja perusahaan.
Ke depan, IBM menyatakan pengakuan sebagai Pemimpin memperkuat komitmennya untuk membantu tim keuangan dan perencana bisnis bekerja dengan kecepatan, kepercayaan diri, dan ketahanan yang lebih tinggi. IBM juga menilai, di tengah ketidakpastian yang menjadi norma, platform perencanaan perlu melampaui fungsi perhitungan dengan menghubungkan data, orang, dan keputusan secara waktu nyata.