Jakarta, Pintu News – Harga Pi Network (PI) menguat hampir 3% pada Rabu (24/9) sore, setelah sebelumnya turun selama tiga hari berturut-turut hingga menyentuh rekor terendah di level $0,1842. Pemulihan harian ini terjadi di tengah arus keluar bersih PI dari bursa terpusat (CEX) serta mulai beroperasinya proses verifikasi identitas (KYC) berbasis AI.
Meski demikian, sinyal teknikal masih mengarah pada kecenderungan bearish. Tekanan jual dinilai masih dominan, sehingga peluang penurunan lanjutan tetap terbuka apabila sentimen pasar tidak membaik.
Salah satu pendiri Pi Network, Nicolas Kokkalis, menyampaikan melalui unggahan di X pada Selasa bahwa fitur KYC berbasis AI telah aktif. Dengan pembaruan tersebut, pengguna Pi Network yang dikenal sebagai Pioneers dapat membuka dompet mainnet tanpa perlu menyelesaikan 30 sesi penambangan seperti ketentuan sebelumnya.
Namun, proses KYC ini disebut hanya berfungsi untuk mengaktifkan dompet mainnet, bukan untuk migrasi token PI ke mainnet.
Seiring hadirnya fitur baru dan harga yang dinilai relatif lebih murah, data PiScan menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap PI. Saldo dompet di bursa terpusat mencatat arus keluar bersih sekitar 1,94 juta token PI dalam 24 jam terakhir (24/9), setelah sehari sebelumnya dilaporkan terjadi arus keluar hampir 8 juta token. Arus keluar bersih selama dua hari berturut-turut ini mengindikasikan aktivitas akumulasi oleh Pioneers pada level harga yang lebih rendah.
Pada 24 September sore, PI diperdagangkan di atas $0,2800, setelah sehari sebelumnya turun 4%. Pemulihan intraday ini muncul setelah PI sempat merosot 19% pada Senin (22/9), dan dinilai memberi sinyal peluang penguatan lanjutan jika momentum berlanjut.
Jika terjadi rebound, harga berpotensi menguji garis tren resistance di $0,3220. Untuk mengonfirmasi kembalinya tren naik, PI perlu menembus Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di $0,3655.
Di sisi lain, indikator momentum pada grafik harian masih menunjukkan tekanan bearish. Moving Average Convergence Divergence (MACD) bergerak ke wilayah negatif setelah memotong garis sinyal pada Senin, dengan histogram merah yang terus meningkat, yang mengindikasikan penguatan tekanan jual.
Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 29 atau masih dalam zona oversold, meski mulai bergerak naik. Apabila RSI kembali menembus di atas level 30, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda awal pemulihan harga.
Jika tren penurunan berlanjut, level pivot S2 di $0,2387 diperkirakan menjadi area support terdekat.