BERITA TERKINI
Hanoi Terapkan Kamera AI dan Aplikasi iHanoi untuk Tertibkan Lalu Lintas dan Percepat Penindakan Pelanggaran

Hanoi Terapkan Kamera AI dan Aplikasi iHanoi untuk Tertibkan Lalu Lintas dan Percepat Penindakan Pelanggaran

Pusat Pengendalian Lalu Lintas Cerdas di bawah Unit Lalu Lintas Departemen Kepolisian Kota Hanoi mulai beroperasi sejak 13 Desember 2025. Sejak beroperasi, pusat ini dilaporkan menunjukkan efektivitas dalam penanganan pelanggaran, pengelolaan lalu lintas, percepatan transformasi digital, serta layanan kepada masyarakat.

Dalam penindakan pelanggaran, sistem kamera berbasis kecerdasan buatan (AI) mendeteksi dan merekam 19.304 kasus pelanggaran keselamatan lalu lintas. Pelanggaran yang banyak tercatat antara lain tidak mematuhi rambu lalu lintas, tidak mengenakan helm, dan tidak menggunakan sabuk pengaman. Seluruh 19.304 kasus tersebut disebut telah ditinjau, didokumentasikan, dan dikirimkan surat pemberitahuan pelanggaran, dengan tingkat keberhasilan 100% untuk proses pengiriman pemberitahuan.

Mulai 1 Januari 2026, Kepolisian Kota Hanoi juga meluncurkan program percontohan pemrosesan pelanggaran administratif secara elektronik melalui aplikasi iHanoi. Setelah lebih dari dua bulan pelaksanaan, sebanyak 7.810 kasus pelanggaran telah terintegrasi ke dalam sistem, sehingga warga dapat menyelesaikan proses penanganan pelanggaran sepenuhnya dalam lingkungan digital. Skema ini disebut bertujuan mempersingkat waktu pemrosesan, meningkatkan transparansi, membatasi kontak langsung, mengurangi beban petugas, serta menghemat waktu dan biaya bagi warga.

Di sisi manajemen lalu lintas, pusat tersebut mengoperasikan 1.837 kamera AI yang terhubung dengan sistem sinyal lalu lintas di 195 persimpangan utama untuk pemantauan dan pengelolaan secara real-time. Dalam tiga bulan terakhir, penyesuaian dilakukan pada 188 persimpangan. Selain itu, 22 “jalur hijau” dibentuk dan dipelihara di sejumlah ruas utama, di antaranya Jalan Hue–Jalan Hang Bai, Jalan Ba Trieu, Jalan Tran Hung Dao, Jalan Phan Dinh Phung, Jalan Vo Chi Cong, Jalan Nguyen Van Cu, Jalan Giai Phong, Jalan Dai La, Jalan Ly Thuong Kiet, dan Jalan Trang Thi.

Selama periode yang sama, dilakukan 446 penyesuaian siklus lampu lalu lintas dan penanganan 575 masalah teknis untuk menjaga stabilitas sistem. Hasil penelitian yang disebutkan dalam laporan itu menunjukkan arus lalu lintas melalui persimpangan meningkat dari 4% hingga lebih dari 18%. Sejumlah titik padat seperti Vo Chi Cong, Nguyen Thai Hoc–Ton Duc Thang, serta Giai Phong–Truong Chinh dilaporkan mempertahankan peningkatan stabil sebesar 6% hingga 11%.

Dalam upaya mengurangi kemacetan, Departemen Kepolisian Lalu Lintas Hanoi menekankan pemanfaatan kamera AI untuk mengidentifikasi dan menangani pelanggaran yang dinilai berkontribusi langsung pada kemacetan dan kecelakaan. Di antaranya parkir ilegal, tidak mematuhi rambu, berhenti melewati garis berhenti, serta pengendara sepeda motor dan skuter tanpa helm. Sistem juga mencatat pelanggaran seperti masuk ke jalan raya dan trotoar secara ilegal untuk parkir sembarangan, yang disebut kerap menghambat arus lalu lintas dan berdampak pada estetika perkotaan.

Dalam proses transformasi digital, sistem ini menyempurnakan alur penanganan pelanggaran mulai dari deteksi melalui kamera AI, verifikasi, pembuatan catatan elektronik, hingga pengiriman pemberitahuan dan pemrosesan melalui platform digital. Melalui aplikasi iHanoi, warga dapat mencari data pelanggaran, mengonfirmasi informasi, dan membayar denda secara online tanpa harus datang ke kantor polisi. Data pelanggaran juga disinkronkan dengan sistem khusus untuk mendukung interoperabilitas antar lembaga pengelola, dengan tujuan menjaga akurasi, transparansi, dan konsistensi.

Pusat tersebut juga mengembangkan dukungan pelacakan kendaraan untuk membantu unit-unit terkait dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sesuai rencana kepolisian kota, sejak akhir Desember 2025, Departemen Kepolisian Lalu Lintas menerapkan model “Tiga Terbaik” pada empat rute utama: Tran Duy Hung–Nguyen Chi Thanh; Kim Ma–Nguyen Thai Hoc; Le Duan–Giai Phong; serta Trang Tien–Hang Khay–Trang Thi. Pada rute ini, sistem kamera AI dan lampu lalu lintas disinkronkan untuk mendeteksi dan menangani 1.387 pelanggaran, sekaligus memberikan informasi kemacetan dan pelanggaran keselamatan lalu lintas kepada unit setempat. Selama periode tersebut, pusat juga melakukan 136 penyesuaian siklus lampu lalu lintas.

Dalam dukungan terhadap pekerjaan profesional dan layanan sosial, pusat menyediakan serta mengekstrak data gambar untuk membantu investigasi dan verifikasi bagi 58 unit profesional. Sistem juga dilaporkan membantu warga, termasuk dalam pencarian orang hilang dan pembentukan “gelombang hijau” guna memfasilitasi pengangkutan pasien ke ruang gawat darurat saat jam sibuk.

Selain itu, integrasi peta digital dengan 266 lokasi arus lalu lintas dan 108 area rawan banjir digunakan untuk membantu unit terkait menyusun rencana operasional secara proaktif. Sistem kamera AI juga dimanfaatkan untuk mendeteksi dan menyediakan lebih dari 1.000 gambar pelanggaran terkait ketertiban perkotaan dan sanitasi lingkungan, yang kemudian membantu otoritas setempat menangani masalah tersebut.

Secara keseluruhan, Pusat Pengendalian Lalu Lintas Cerdas dan sistem kamera AI di Hanoi diposisikan sebagai perangkat penting untuk mendukung ketertiban dan keselamatan lalu lintas, sekaligus memperkuat pengelolaan perkotaan berbasis data dan teknologi.