Google, anak perusahaan Alphabet Inc., pada Rabu mengumumkan sistem baru untuk aplikasi ponsel dan tablet Android. Perubahan ini mencakup akses yang lebih mudah bagi pesaing serta penurunan biaya bagi pengembang aplikasi.
Langkah tersebut disebut sebagai upaya Google untuk menyelesaikan litigasi antitrust di Amerika Serikat sekaligus mematuhi persyaratan regulasi baru di Eropa dan sejumlah wilayah lain.
Menurut Sameer Samat, VP Pengembangan Produk Google, kebijakan baru ini tidak semata ditujukan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku. Ia mengatakan langkah-langkah yang diumumkan “jauh melampaui” apa yang diwajibkan oleh perubahan hukum di Eropa dan Inggris.
Dalam proposal yang disampaikan, perusahaan lain dapat mendaftar ke Google, membayar biaya satu kali, lalu menawarkan toko aplikasi di Android. Selain itu, Google akan menurunkan biaya yang dikenakan kepada pengembang dari standar 30% menjadi 15% atau 10% untuk langganan berulang.
Perubahan biaya di Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa diperkirakan berlaku pada Juni. Sementara itu, perubahan di Australia, Korea, dan Jepang ditargetkan berlaku sebelum akhir 2026.