BERITA TERKINI
Google Perketat Sideloading Android Mulai Agustus 2026, Pengguna Wajib Lewati Verifikasi dan Masa Tunggu

Google Perketat Sideloading Android Mulai Agustus 2026, Pengguna Wajib Lewati Verifikasi dan Masa Tunggu

Google akan memperketat proses sideloading di Android atau pemasangan aplikasi dari luar toko aplikasi resmi. Mulai Agustus 2026, perusahaan berencana merombak alur instalasi aplikasi dari pengembang yang tidak terverifikasi melalui sistem bernama Advanced Flow.

Dalam skema baru ini, pengguna diwajibkan melewati empat langkah verifikasi sebelum dapat memasang aplikasi pihak ketiga. Tahap pertama adalah mengaktifkan Developer Mode. Berikutnya, pengguna diminta mengonfirmasi bahwa mereka tidak sedang dipaksa untuk menonaktifkan perlindungan keamanan perangkat.

Setelah itu, pengguna akan menjalani masa tunggu wajib selama 24 jam. Pada tahap terakhir, pengguna harus melakukan autentikasi biometrik atau memasukkan PIN perangkat. Meski prosedurnya lebih panjang, rangkaian langkah tersebut hanya perlu dilakukan satu kali. Setelah seluruh tahapan selesai, pengguna akan mendapat opsi untuk mengizinkan pemasangan aplikasi pihak ketiga secara permanen.

Aturan baru ini juga berdampak pada pengembang. Google mewajibkan program verifikasi identitas bagi pengembang yang tidak terdaftar, dengan pengecualian tertentu untuk pelajar atau pegiat hobi.

Android Community Engagement Manager, Mishaal Rahman, menyebut alur ini dapat dilewati apabila pengguna melakukan sideloading melalui Android Debug Bridge (ADB). Dengan metode tersebut, pengguna tidak perlu menunggu selama 24 jam.

Pengetatan sideloading ini ditujukan untuk memperkuat keamanan pengguna dan menekan penipuan yang memanfaatkan aplikasi berbahaya. Kebijakan tersebut disebut telah diumumkan sejak Agustus tahun lalu dan dijadwalkan mulai diterapkan pada paruh kedua 2026.

Di sisi lain, Google juga menyiapkan pembaruan di Google Play Store terkait efisiensi daya. Mulai Maret 2026, beberapa halaman aplikasi akan menampilkan peringatan jika aplikasi yang akan diunduh diketahui memiliki konsumsi baterai lebih tinggi dari biasanya, terutama akibat aktivitas latar belakang.

Peringatan ini berkaitan dengan kebiasaan sebagian aplikasi yang tetap berjalan di belakang layar dan dapat “membangunkan” perangkat berulang kali, sehingga ponsel sulit masuk ke mode hemat daya secara optimal. Google memperkenalkan sistem pemantauan yang menilai seberapa sering aplikasi membangunkan perangkat melalui mekanisme yang disebut wake lock. Jika penggunaan wake lock dinilai terlalu sering, konsumsi daya dapat meningkat dan baterai lebih cepat terkuras.

Google juga menambahkan alat dan informasi optimasi baterai untuk pengembang agar mereka dapat memahami pola penggunaan daya aplikasi dan melakukan perbaikan. Aplikasi yang dinilai boros baterai berpotensi menerima peringatan di halaman Play Store, serta bisa lebih jarang muncul dalam rekomendasi atau fitur penemuan lainnya.

Meski demikian, tidak semua aplikasi akan menerima peringatan tersebut. Sejumlah aplikasi memang membutuhkan aktivitas latar belakang agar berfungsi optimal, seperti layanan streaming musik, layanan berbasis lokasi, atau aplikasi yang mengunduh file sesuai permintaan pengguna.