PONTIANAK — Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Kalimantan Barat kembali digelar dengan Turbin sebagai inisiator. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari workshop design sprint, mentoring, hingga final pitching. Peserta yang didominasi mahasiswa mengikuti rangkaian acara untuk memahami pengembangan bisnis rintisan berbasis startup.
Sejumlah praktisi turut dihadirkan sebagai pembicara, di antaranya Co-founder Qara'a Hajon Mahdy, CEO Betukang.id Dezan Taruna, serta CEO Mada.id Fajar Irvan.
Koordinator acara yang juga Regional Manager Gerakan Nasional 1000 Startup, Irwan Phang, mengatakan kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan peserta dari kalangan mahasiswa di Kalimantan Barat. Ia menyebut kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk memperbarui wawasan terkait bisnis rintisan.
“Di sini kita serius tapi santai. Kita belajar memperbarui wawasan soal bisnis rintisan,” ujar Founder Turbin dalam kegiatan yang berlangsung di IKIP PGRI Pontianak, Jalan Ampera, Kelurahan Pallima, Kecamatan Pontianak Barat, belum lama ini.
Setelah tiga tahun, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kembali dilaksanakan secara luring, setelah sebelumnya digelar melalui pertemuan daring. Meski baru kembali digelar secara offline, kegiatan tersebut disebut mendapat antusias dari calon pebisnis muda di Kalimantan Barat.
Irwan berharap para peserta dapat menyerap pengalaman dari para pembicara yang dinilai telah teruji menjalankan startup. “Pembicara adalah orang yang ahli, mereka sudah teruji menjalankan startup. Semoga muncul bibit hebat usai kegiatan ini,” katanya.
Dukungan juga disampaikan Pranata Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Henny Irawati. Ia menilai kegiatan ini membantu menjaring pelaku startup sekaligus mempermudah akses komunikasi antarstartup di Kalimantan Barat.
Henny mengatakan pertumbuhan bisnis berbasis startup menjadi sinyal positif bagi kota dan berpotensi mendukung pengembangan smart city. Ia menegaskan Pemerintah Kota Pontianak melalui Diskominfo mendukung agenda serupa dan optimistis kegiatan ini dapat melahirkan pemuda Pontianak yang memiliki kemampuan berbisnis.
Menurut Henny, aktivitas komunitas startup juga menjadi ruang yang menarik untuk mengasah kemampuan individu dalam memahami persoalan dan mencari solusinya, sekaligus membuka peluang kompetisi talenta serta kolaborasi. Ia menyambutnya sebagai upaya menemukan calon pemimpin masa depan dan ajang bersama membangun kota.