Perusahaan teknologi asal Vietnam, FPT, untuk pertama kalinya masuk dalam daftar 35 penyedia layanan pengembangan aplikasi kecerdasan buatan (AI) terbaik. Pengakuan tersebut tercantum dalam laporan PEAK Matrix® AI Application Development Services 2025 yang dirilis Everest Group, yang menempatkan FPT sebagai Major Contender (Pesaing Utama).
Dalam laporannya, Everest Group meneliti dan mengevaluasi kapasitas penyedia layanan dalam membangun serta meningkatkan skala aplikasi perusahaan yang terintegrasi AI. Penilaian dilakukan menggunakan kriteria yang mencakup inovasi, ekosistem mitra, serta tingkat kesiapan sumber daya manusia di bidang AI.
FPT menyebut pencapaian ini menegaskan kemampuan AI mereka secara menyeluruh, mulai dari arahan strategis dan desain solusi hingga pengembangan aplikasi, integrasi, dan penerapan sistem AI dalam praktik.
Salah satu pengembangan yang disorot adalah IvyHub, platform agen AI terintegrasi yang ditujukan untuk membantu bisnis merancang, menerapkan, dan mengelola agen AI dalam skala besar. IvyHub menggabungkan AI percakapan dan teknologi otomatisasi proses dalam satu platform, sehingga chatbot, asisten virtual, dan asisten suara dapat beroperasi secara andal di lingkungan bertingkat dengan beragam sistem.
FPT menyatakan agen AI yang dibangun melalui platform ini tidak hanya berfungsi menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat menjalankan tugas, mengoordinasikan proses, dan mendukung kolaborasi antartim dalam organisasi. IvyHub dikembangkan untuk sektor seperti perbankan, keuangan, dan ritel, serta dirancang agar dapat terintegrasi secara mendalam ke dalam sistem perusahaan guna mempercepat otomatisasi cerdas dalam skala besar.
Selain itu, platform tersebut disebut memiliki kemampuan untuk diimplementasikan langsung pada infrastruktur NVIDIA, yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja bagi bisnis yang ingin mengintegrasikan agen AI ke dalam seluruh ekosistem mereka.
Direktur Transformasi Digital dan Teknologi di FPT Software, Dao Duy Cuong, menyatakan bahwa peran AI bergeser dari sekadar asisten menjadi kemampuan yang dapat menjalankan tugas sendiri dan menyelesaikan alur kerja dengan aman serta andal. Ia mengatakan FPT memprioritaskan dukungan bagi bisnis dalam mengintegrasikan agen AI ke lingkungan operasional dunia nyata dengan mekanisme kontrol yang tepat, berlandaskan pemahaman operasi industri vertikal dan kemampuan integrasi ke sistem inti. Menurutnya, FPT juga berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan alat dan solusi AI, serta kerangka kerja penerapan AI yang bertanggung jawab, guna membantu mitra mempercepat adopsi AI dan menciptakan nilai dengan cepat.
FPT menyebut AI telah lama menjadi landasan strategi pertumbuhan perusahaan. Mereka meluncurkan FleziPT, platform “AI-First” yang menyediakan solusi transformasi digital berbasis AI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri tertentu dan dioperasikan oleh tim ahli teknologi yang didukung AI.
Di tingkat kolaborasi global, FPT bekerja sama dengan NVIDIA untuk membangun Pabrik AI di Jepang dan Vietnam, yang disebut sebagai sistem superkomputer yang termasuk dalam 40 sistem superkomputer terkuat di dunia berdasarkan tolok ukur Linpack. FPT juga berkolaborasi dengan Mila Institute dalam penelitian AI dan menjadi anggota pendiri AI Alliance yang dipimpin oleh IBM dan Meta. Menurut perusahaan, langkah-langkah ini memperkuat kemampuan pengembangan AI FPT secara global sekaligus mendukung tujuan jangka panjangnya untuk menguasai teknologi strategis demi kedaulatan teknologi nasional.