BERITA TERKINI
FBI Ingatkan Potensi Risiko Privasi dari Aplikasi Asal China, Data Pengguna Berisiko Terakses

FBI Ingatkan Potensi Risiko Privasi dari Aplikasi Asal China, Data Pengguna Berisiko Terakses

JAKARTA – Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan terkait potensi risiko privasi dari aplikasi mobile asal China. Dalam pernyataannya, FBI menyoroti kemungkinan pengumpulan data sensitif pengguna yang dapat melampaui fungsi utama aplikasi.

FBI menjelaskan, aplikasi yang terhubung dengan sistem di China tunduk pada hukum keamanan nasional setempat. Aturan tersebut memungkinkan pemerintah meminta akses terhadap data pengguna bila diperlukan, sehingga informasi yang dikumpulkan berpotensi tidak sepenuhnya bersifat privat.

Data yang berpotensi dikumpulkan disebut mencakup kontak, detail perangkat, hingga pola penggunaan. FBI juga mengingatkan, risikonya tidak hanya terbatas pada pengguna aplikasi, tetapi dapat menjangkau keluarga dan jaringan sosial. Hal ini dapat terjadi ketika aplikasi meminta akses ke buku kontak, sehingga memungkinkan pengumpulan data dari pihak lain yang tidak mengunduh aplikasi tersebut.

Selain itu, FBI menekankan bahwa banyak aplikasi meminta izin akses sejak awal instalasi, yang dapat membuka peluang pengumpulan data secara berkelanjutan. Dalam beberapa kasus, disebut ada mekanisme tersembunyi yang memungkinkan pengumpulan informasi di latar belakang tanpa disadari pengguna.

Meski demikian, FBI tidak secara eksplisit melarang penggunaan aplikasi asal China. Otoritas hanya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum mengunduh aplikasi, terutama aplikasi yang tidak esensial.

FBI menyarankan pengguna memeriksa izin akses yang diminta aplikasi dan hanya memberikan yang benar-benar diperlukan. Membaca syarat dan ketentuan serta memahami lokasi penyimpanan data juga dinilai penting untuk menjaga privasi.

Pengguna juga dianjurkan mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play Store, rutin memperbarui sistem perangkat, serta mengganti kata sandi secara berkala. Menghindari berbagi daftar kontak tanpa kebutuhan yang jelas disebut dapat membantu meminimalkan risiko.

Peringatan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran global terhadap keamanan data di era digital. Di tengah kemudahan akses aplikasi, publik diingatkan bahwa layanan “gratis” tidak selalu tanpa konsekuensi, karena data pribadi dapat menjadi salah satu hal yang dipertaruhkan.