BANDUNG — Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendigitalisasi bursa kerja melalui aplikasi Nyari Gawe mulai menunjukkan hasil. Dalam enam bulan sejak diluncurkan, platform ini menjadi salah satu kanal utama masyarakat untuk mencari peluang kerja di tengah persaingan pasar kerja.
Berdasarkan data per 10 April 2026, jumlah pencari kerja yang terdaftar di Nyari Gawe mencapai 374.567 orang. Aktivitas pelamaran juga tercatat tinggi, dengan total 518.213 lamaran yang masuk, menandakan banyak pengguna melamar ke lebih dari satu posisi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menyampaikan bahwa peminat aplikasi tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Barat. Menurutnya, mayoritas pencari kerja berasal dari kawasan industri dan pusat kota seperti Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kota Bandung, namun terdapat tren meningkatnya minat dari luar provinsi.
“Para pencari kerja didominasi dari wilayah industri dan pusat kota seperti Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, hingga Kota Bandung. Namun, kami juga melihat tren positif di mana pencari kerja dari luar Jawa Barat mulai melirik peluang yang tersedia di sini,” ujar Kim Agung dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, Disnakertrans mencatat sinergi dengan sektor swasta terus diperkuat. Hingga saat ini, 71 perusahaan telah bergabung dalam aplikasi untuk membuka lowongan dan memproses rekrutmen secara daring.
Kim Agung merinci perkembangan proses seleksi yang berlangsung melalui sistem aplikasi. Saat ini, 1.198 pelamar berada pada tahap peninjauan berkas oleh perusahaan, 2.016 pelamar masuk tahap wawancara, dan 493 pelamar dinyatakan diterima bekerja.
Nyari Gawe juga menawarkan variasi jenis pekerjaan. Terdapat 337 kategori lowongan yang mencakup beragam bidang, mulai dari jasa boga seperti chef, posisi manajerial seperti staf akunting, hingga profesi medis seperti dokter umum.
Untuk menjaga kenyamanan pengguna, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Disnakertrans menyatakan tetap menyiagakan layanan bantuan teknis. Kim Agung menegaskan pihaknya berupaya merespons kendala yang dialami masyarakat saat mengakses platform.