Perkembangan teknologi finansial membuat investasi saham kian mudah dilakukan melalui aplikasi digital. Investor kini tidak hanya dapat membeli saham di Indonesia, tetapi juga mengakses instrumen yang terkait dengan saham global lewat ponsel. Di tengah banyaknya pilihan, pemilihan aplikasi yang tepat menjadi krusial agar aktivitas investasi tetap aman.
Salah satu hal yang ditekankan dalam memilih platform adalah aspek legalitas dan keamanan. Di Indonesia, perusahaan investasi umumnya berada di bawah pengawasan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Kejelasan status pengawasan ini dipandang penting untuk membantu mengurangi risiko penggunaan platform ilegal.
Minat terhadap saham global juga disebut meningkat, termasuk pada saham perusahaan teknologi Amerika seperti Amazon. Kondisi ini membuat aplikasi yang menyediakan akses ke pasar global menjadi semakin diminati. Selain legalitas, faktor keamanan sistem—mulai dari perlindungan akun hingga reputasi platform—juga menjadi pertimbangan utama.
Berikut enam aplikasi jual beli saham yang disebut layak dipertimbangkan pada 2026, beserta ringkasan fitur yang ditonjolkan:
1. MOST (Mandiri Sekuritas)
MOST merupakan aplikasi investasi saham yang dikembangkan Mandiri Sekuritas. Platform ini terintegrasi dengan ekosistem Bank Mandiri sehingga memudahkan proses transfer dana maupun pencairan investasi. MOST juga menyediakan materi edukasi untuk investor pemula, serta dilengkapi laporan riset harian dan analisis pasar sebagai referensi sebelum bertransaksi.
2. Pintu
Pintu diperkenalkan sebagai aplikasi aset kripto yang telah diunduh lebih dari 10 juta kali dan menyediakan lebih dari 320 token. Disebutkan bahwa platform ini terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK, serta exchange-nya terdaftar resmi di OJK dan Bappebti. Pintu menawarkan sejumlah fitur, antara lain Pintu Earn dan Auto DCA untuk menabung kripto, Pintu Academy untuk belajar, serta Pintu Pro untuk kebutuhan trading dengan fitur lanjutan di desktop maupun ponsel.
Melalui fitur xStocks, pengguna dapat membeli saham tertokenisasi dari perusahaan teknologi global. Instrumen ini diperdagangkan menggunakan teknologi blockchain, dengan nilai yang mengikuti saham asli dan didukung 1:1. Dengan skema tersebut, investor Indonesia disebut dapat mengakses saham global seperti Apple, Microsoft, Google, Meta, Nvidia, dan Amazon tanpa membuka akun broker luar negeri, termasuk opsi pembelian fraksional.
Pintu juga menyediakan perdagangan aset kripto mulai dari spot hingga futures, serta menawarkan instrumen emas kripto untuk kebutuhan investasi jangka panjang. Dari sisi keamanan, platform ini disebut memiliki sistem berlapis seperti autentikasi dua faktor (2FA) dan verifikasi biometrik, serta mengantongi sertifikasi ISO 27001:2022. Aset pengguna disebut disimpan di PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) dan Fireblocks.
3. Stockbit
Stockbit menggabungkan fitur trading dengan komunitas investor, memungkinkan pengguna berdiskusi tentang strategi investasi. Aplikasi ini juga menyediakan alat analisis seperti data fundamental, grafik teknikal, dan laporan keuangan untuk membantu pengambilan keputusan. Stockbit terintegrasi dengan Sinarmas Sekuritas sehingga transaksi dapat dilakukan dari dalam aplikasi, serta memiliki komunitas aktif yang membahas tren pasar.
4. IPOT (Indo Premier Sekuritas)
IPOT merupakan aplikasi investasi dari Indo Premier Sekuritas yang menawarkan beragam produk seperti saham, ETF, reksa dana, dan obligasi. Salah satu fitur yang disorot adalah robo trading, yakni sistem yang dapat mengeksekusi transaksi secara otomatis berdasarkan strategi yang ditentukan pengguna. IPOT juga disebut memiliki perangkat analisis teknikal yang lengkap dan dikenal sebagai pionir layanan investasi online di Indonesia.
5. M-STOCK (Mirae Asset Sekuritas)
M-STOCK dikembangkan oleh Mirae Asset Sekuritas dan disebut populer di kalangan investor yang membutuhkan riset mendalam. Aplikasi ini menyediakan laporan analisis pasar, rekomendasi saham, serta informasi ekonomi untuk membantu pengguna memahami kondisi pasar secara lebih komprehensif. Mirae Asset juga disebut memiliki reputasi kuat karena termasuk perusahaan sekuritas dengan volume transaksi besar di Bursa Efek Indonesia.
6. Ajaib
Ajaib dikenal luas di kalangan investor pemula karena proses registrasi yang relatif cepat dan tampilan yang sederhana. Aplikasi ini menawarkan kemudahan membeli saham dan reksa dana, disertai fitur analisis serta notifikasi pergerakan harga. Disebutkan pula bahwa biaya transaksi Ajaib kompetitif dibanding beberapa aplikasi lain, sehingga pengguna dapat mulai membangun portofolio dengan modal relatif kecil.
Pentingnya memastikan legalitas
Sebelum memilih aplikasi investasi, investor disarankan memastikan platform terdaftar dan diawasi regulator resmi. Legalitas dianggap penting karena berkaitan dengan perlindungan investor dan kepatuhan operasional terhadap regulasi. Disebutkan pula bahwa Bappebti secara rutin melakukan evaluasi terhadap perusahaan pialang berjangka yang beroperasi secara legal.
Secara umum, pemilihan aplikasi investasi dinilai sebagai langkah awal yang menentukan. Platform yang baik tidak hanya menawarkan fitur, tetapi juga memiliki sistem keamanan dan legalitas yang jelas. Enam aplikasi yang disebutkan—Ajaib, Pintu, Stockbit, IPOT, M-STOCK, dan MOST—memiliki karakteristik berbeda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor. Namun, perlu diingat bahwa aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas tinggi karena harga yang fluktuatif.