Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama KUMPUL mengirim empat startup Indonesia ke ajang teknologi global Sustainable High-City Technology (SusHi Tech) Tokyo 2026. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari program Badan Ekraf Start Up (BEKUP) Global Scale-Up yang ditujukan untuk mendorong ekspansi startup nasional ke pasar internasional.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan, partisipasi Indonesia di SusHi Tech Tokyo 2026 merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo pada Maret 2026. Menurutnya, langkah ini diarahkan untuk memperkuat kerja sama Indonesia–Jepang, khususnya di bidang ekonomi digital, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI).
Teuku menegaskan, kehadiran Indonesia dalam forum tersebut tidak hanya bersifat simbolik. Kementerian Ekraf, kata dia, menargetkan percepatan realisasi investasi melalui fasilitasi business matching, penjajakan deal pipeline, serta mendorong konversi peluang kerja sama menjadi komitmen investasi seperti memorandum of understanding (MoU) dan letter of intent (LoI).
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, menyampaikan target hasil yang ingin dicapai dari rangkaian kegiatan di Jepang. Ia menyebut pihaknya membidik 20–32 pertemuan bisnis dengan potensi 12–22 kerja sama, serta peluang transaksi awal senilai USD 1 hingga 5 juta. Selain itu, partisipasi ini juga diharapkan meningkatkan visibilitas Indonesia, memperluas jejaring kolaborasi dengan mitra internasional, dan membuka peluang kerja sama lanjutan antarnegara.
Founder and Chairperson KUMPUL.ID, Faye Wongso, menambahkan bahwa keikutsertaan empat startup tersebut diharapkan memberi akses pasar yang lebih luas serta membuka peluang mendapatkan mitra bisnis maupun investasi untuk pengembangan perusahaan.
Program BEKUP Global Scale-Up berperan sebagai akselerator yang menyiapkan startup Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional. Sejak dimulai pada Februari 2026, program ini menarik 125 pendaftar dari berbagai daerah. Peserta kemudian diseleksi menjadi 10 besar, sebelum akhirnya dipilih empat startup terbaik melalui kurasi bersama mitra Jepang, termasuk Creww Inn dan TechShake.
Empat startup yang terpilih adalah BELL LIVING LAB yang menghadirkan biomaterial dari limbah kopi untuk industri fashion dan furnitur; GAPAI yang mengembangkan platform HR Tech untuk penempatan tenaga kerja migran secara legal dan terstruktur; IJO yang memanfaatkan rumput laut sebagai pupuk berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim; serta SPUN yang menawarkan platform visa berbasis AI untuk menyederhanakan proses birokrasi di Asia Tenggara.
Keempat startup dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 26 April 2026. Selain mengikuti SusHi Tech Tokyo 2026, mereka juga akan menjalani sesi Offline Business Matchmaking dengan mitra yang telah dikoordinasikan sebelumnya oleh KUMPUL dan Kementerian Ekraf.
SusHi Tech Tokyo 2026 diikuti lebih dari 700 startup dari 100 negara. Ajang ini menjadi ruang kolaborasi global bagi startup, investor, pemerintah, hingga akademisi dalam pengembangan kota berkelanjutan berbasis teknologi.