Para perancang aplikasi cuaca Dark Sky—yang menjual aplikasinya ke Apple pada Maret 2020—mengumumkan peluncuran aplikasi baru bernama Acme Weather. Tim tersebut mengeklaim Acme Weather akan menawarkan prakiraan cuaca yang lebih baik dan andal dibanding layanan yang mereka miliki sebelumnya.
Acme Weather disebut akan menghadirkan sejumlah notifikasi yang tidak umum di aplikasi cuaca pada umumnya, termasuk peringatan tentang kemunculan pelangi dan informasi matahari terbenam. Selain itu, prakiraan cuaca di aplikasi ini akan dilengkapi berbagai prediksi alternatif yang ditujukan untuk meningkatkan akurasi.
Salah satu pendiri Dark Sky, Adam Grossman, menjelaskan melalui unggahan blog pengantar bahwa prakiraan Acme Weather memanfaatkan beragam model prediksi cuaca numerik, data satelit, pengamatan stasiun bumi, serta data radar. Ia menyebut pendekatan tersebut membuat prakiraan yang dihasilkan cukup andal.
Acme Weather juga akan menampilkan garis perkiraan tambahan pada grafik, yang menggambarkan kemungkinan hasil lainnya dalam bentuk garis abu-abu. Menurut Grossman, pendekatan ini dimaksudkan agar pengguna tidak hanya menerima satu prakiraan “terbaik”, tetapi juga mengetahui tingkat keyakinan di balik prediksi tersebut.
“Prakiraan cuaca seringkali salah —itu kan cuaca? Itu salah satu hal yang paling sulit diprediksi,” kata Grossman dalam wawancara via telepon dengan TechCrunch, seperti dikutip pada Selasa (24/2/2026). Ia menambahkan, keluhan terbesar timnya terhadap banyak aplikasi cuaca adalah pengguna hanya mendapatkan satu perkiraan tanpa mengetahui seberapa yakin aplikasi tersebut terhadap hasilnya.
Grossman menilai pemahaman terhadap kemungkinan alternatif akan membantu orang merencanakan acara-acara besar. Ia mencontohkan situasi badai musim dingin, ketika badai mungkin dimulai pada pagi hari dan menghasilkan salju, tetapi ada kemungkinan bertahan lebih lama hingga sore hari dan berubah menjadi hujan.