Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, mengunjungi SMK 1 Bonehau, Kabupaten Mamasa, Rabu, 4 Maret 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk mengecek langsung operasional bantuan layanan internet yang telah disalurkan ke sekolah tersebut.
Peninjauan itu disebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan, sekaligus memastikan bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara optimal.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa jaringan internet yang terpasang berjalan lancar dan membantu proses pembelajaran. “Sampai saat ini jaringan tidak ada kendala, aksesnya sangat bagus dan sangat membantu dalam proses belajar mengajar. Internet digunakan siswa hanya untuk kepentingan pembelajaran,” ujar salah satu guru SMK 1 Bonehau.
Sekolah juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan program layanan internet ke depan. Namun, pihak sekolah berharap skema pembiayaan tetap terjangkau agar keberlanjutan akses digital bagi siswa dapat terjaga.
Menanggapi hal tersebut, Ridwan mengatakan keberlanjutan dan efektivitas pemanfaatan menjadi perhatian utama DiskominfoSS Sulbar. Ia menekankan akses internet di sekolah bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian dari fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran. Jika jaringan lancar, dimanfaatkan dengan baik, dan berdampak langsung bagi siswa, maka program ini tepat sasaran,” ujar Ridwan.
Ridwan menambahkan, dukungan akses internet sekolah sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pemerataan layanan digital hingga wilayah terpencil.
Dalam kesempatan itu, pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Barat atas bantuan internet yang dinilai bermanfaat bagi kegiatan belajar mengajar.
DiskominfoSS Sulbar menyatakan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas layanan serta memastikan akses internet pendidikan tetap stabil, aman, dan tepat guna.