BERITA TERKINI
Diskominfo Kaltim Koordinasi dengan 24 Provider Antisipasi Lonjakan Trafik Internet saat Lebaran

Diskominfo Kaltim Koordinasi dengan 24 Provider Antisipasi Lonjakan Trafik Internet saat Lebaran

Samarinda—Lonjakan penggunaan internet saat libur panjang Lebaran diperkirakan kembali terjadi tahun ini. Untuk mengantisipasi potensi kepadatan jaringan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) melakukan koordinasi dengan operator telekomunikasi agar kualitas layanan tetap terjaga.

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sekitar 24 penyedia layanan internet di Kalimantan Timur. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan jaringan tetap stabil meski trafik meningkat selama masa libur Idulfitri.

Faisal menyebut peningkatan penggunaan internet pada hari besar keagamaan merupakan pola yang terjadi setiap tahun. Karena itu, kesiapan operator dinilai menjadi faktor penting agar masyarakat tetap memperoleh layanan yang optimal.

“Lonjakan trafik itu pasti terjadi setiap hari besar. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan sekitar 24 provider di Kaltim agar mereka siap memberikan layanan maksimal kepada masyarakat,” kata Faisal saat ditemui di Samarinda, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, lonjakan trafik juga menjadi peluang bagi perusahaan penyedia layanan internet. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap koneksi digital, operator biasanya menyiapkan kapasitas tambahan untuk menjaga kualitas jaringan.

Sejumlah operator besar yang beroperasi di Kalimantan Timur, seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, hingga ICON+, disebut telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi peningkatan trafik.

“Provider biasanya sudah standby. Trafik tinggi bagi mereka juga berarti peluang bisnis, jadi mereka berkepentingan menjaga kualitas layanan,” ujarnya.

Selain jaringan komersial, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga tetap menjalankan program internet gratis untuk desa selama masa libur Lebaran. Program yang dikenal dengan Gratispol Internet Desa ini ditujukan untuk memperluas akses informasi hingga ke wilayah pedesaan.

Faisal menegaskan distribusi kuota internet untuk program tersebut tetap berjalan normal meski berada dalam periode libur panjang. Ia juga mengimbau para kepala desa agar perangkat WiFi di kantor desa tetap diaktifkan sehingga masyarakat sekitar dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Kami berharap perangkat WiFi di kantor desa tetap dinyalakan agar masyarakat bisa mengakses internet, setidaknya di area sekitar kantor desa,” kata Faisal.

Hingga saat ini, program internet gratis dari Pemprov Kaltim telah menjangkau 802 desa. Sementara 39 desa lainnya masih dalam proses pemasangan jaringan pada tahun ini untuk mengejar target total 841 desa terhubung.

Di sisi lain, Faisal mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan tagihan layanan internet desa. Ia menegaskan seluruh kerja sama layanan internet desa dilakukan langsung oleh Diskominfo Kaltim dengan penyedia layanan melalui kontrak tahunan.

“Ada laporan penipuan terkait tagihan internet bulanan di beberapa desa. Perlu kami tegaskan, program Internet Desa dari Pemprov Kaltim ini gratis dan tidak ada tagihan kepada desa, kecamatan, maupun kabupaten,” ujarnya.