Lamongan – Sejumlah sekolah di Kabupaten Lamongan menyesuaikan aktivitas belajar mengajar dengan mengombinasikan pembelajaran luring dan daring menyusul banjir yang melanda beberapa wilayah. Penyesuaian tersebut mengacu pada surat edaran (SE) yang diterbitkan Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan dan telah disampaikan kepada kepala satuan pendidikan.
Dalam SE itu, kepala satuan pendidikan diberi kewenangan melakukan penyesuaian pelaksanaan pembelajaran. Teknisnya dapat berupa pembelajaran daring, luring terbatas, atau bentuk alternatif lain, dengan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan akses peserta didik dan tetap mengutamakan ketercapaian kompetensi esensial.
Berdasarkan pedoman tersebut, sejumlah sekolah mulai menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) luring terbatas sejak 8 Januari 2026. Rinciannya meliputi delapan Taman Kanak-kanak (TK), delapan Kelompok Bermain (KB), dan 21 Sekolah Dasar (SD).
KBM luring terbatas dilaksanakan di lokasi yang memungkinkan, seperti tempat parkir dan fasilitas umum, di antaranya mushola serta gedung Taman Pendidikan Qur’an (TPQ).
Selain itu, beberapa sekolah memilih menjalankan pembelajaran secara daring. Rinciannya, 11 KB, 10 TK, satu Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan empat SD.
Meski pembelajaran dilakukan secara luring dan daring, Disdik Lamongan belum menyalurkan bantuan fasilitas pendukung seperti kuota atau paket data internet. Kepala Disdik Lamongan, Shodikin, mengatakan pihaknya menilai bantuan tersebut belum dibutuhkan dalam waktu dekat setelah mencermati kondisi di lapangan.
“Setelah kami cermati, apa perlu dibantu semacam paket data internet? Dari staff saya yang turun, sebagian besar ada yang punya Wifi, anak-anak juga punya handphone gurunya juga punya. Kalau sekedar untuk itu mungkin hari-hari ini belum,” kata Shodikin, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan keputusan itu telah melalui diskusi serta kajian lapangan. “Jadi, kami belum bantu kaitannya dengan internet,” ujarnya. Menurutnya, hasil kajian menunjukkan bantuan paket data internet belum diperlukan.
Sementara itu, banjir dilaporkan berdampak di delapan kecamatan yang dilintasi aliran Sungai Bengawan Jero, yakni Kecamatan Karangbinangun, Kalitengah, Turi, Karanggeneng, Deket, Modo, Laren, dan Glagah.