BERITA TERKINI
Disdik Kotim Siapkan Regulasi Pembatasan Gadget untuk Siswa SD dan SMP

Disdik Kotim Siapkan Regulasi Pembatasan Gadget untuk Siswa SD dan SMP

Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) mulai menyusun kebijakan khusus untuk membatasi penggunaan gadget di lingkungan sekolah, terutama pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Langkah ini diarahkan untuk mendukung pembinaan karakter siswa sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas digital pelajar.

Pelaksana Tugas Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan rencana pembatasan tersebut akan berjalan seiring dengan pembinaan terhadap guru Bimbingan dan Konseling (BK). Ia menegaskan kebijakan ini tidak akan diterapkan secara terburu-buru tanpa dasar aturan yang jelas.

“Selain pembinaan guru BK, kami juga menyiapkan pembatasan penggunaan gadget. Namun penerapannya nanti harus melalui regulasi yang mengatur secara rinci, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan siswa terkait penggunaan gadget,” ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026.

Kebijakan itu nantinya difokuskan pada SD dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Sementara jenjang SMA, SMK, dan SLB berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Yolanda menyebutkan, hingga kini regulasi tersebut masih berada pada tahap perancangan awal. Disdik Kotim berencana melibatkan berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di sekolah.

“Kami belum memiliki gambaran final, karena itu akan dibahas bersama. Nantinya akan ada forum untuk duduk bersama menyusun bentuk pembatasan yang tepat, kemudian hasilnya dirapatkan kembali sebelum diterapkan,” jelasnya.

Ia mengakui penggunaan gadget di sekolah saat ini cukup luas, khususnya sebagai sarana pendukung pembelajaran. Meski demikian, pemanfaatannya tetap memerlukan pengendalian agar tidak menyimpang dari tujuan pendidikan.

“Untuk pembelajaran, penggunaan gadget memang cukup masif. Namun kami sudah mengomunikasikan dengan pimpinan terkait tahapan-tahapan yang akan dilakukan, termasuk rencana pembatasan gadget bagi pelajar,” tegasnya.