JAKARTA — DFSK Super Cab disebut menjadi tulang punggung penjualan kendaraan DFSK di Indonesia. Dengan ukuran bodi yang relatif besar dan bak yang lega, model pikap ini dinilai dapat diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung peluang bisnis baru.
Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan kendaraan tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi mobilitas yang menunjang aktivitas masyarakat.
“Melalui pengembangan produk yang fleksibel dan adaptif, kami ingin menghadirkan kendaraan yang mampu menjawab berbagai kebutuhan pengguna di Indonesia,” kata Rifin di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menurut Rifin, melalui kerja sama dengan mitra karoseri, Super Cab dapat dikonversi menjadi beragam jenis kendaraan, mulai dari campervan, shuttle bus, medium bus, minibus, hingga food truck.
Selain itu, Super Cab juga dapat dikembangkan menjadi blind van, box aluminium, mobil kas keliling, mobil perpustakaan, portable cold storage, hingga kendaraan water treatment. Fleksibilitas tersebut diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru bagi pelaku usaha.
Rifin juga menyebut Super Cab dibekali garansi tiga tahun atau 120.000 km, serta layanan servis gratis selama lima tahun atau 150.000 km.
Super Cab diproduksi di pabrik PT Sokonindo Automobile di Cikande, Serang, Banten. Pabrik seluas 20 hektar itu mengadopsi teknologi Intelligent Manufacturing Target Industry 4.0 dan dilengkapi pusat suku cadang untuk mendukung ketersediaan komponen bagi pelanggan.
Dari sisi spesifikasi, Super Cab menggunakan mesin bensin 1.500 cc DK15 berteknologi Dual VVT dengan tenaga 102 PS dan torsi 140 Nm. Kapasitas angkutnya diklaim mencapai 1,2 ton, dengan dimensi bak 2.470 mm x 1.670 mm x 240 mm.