Jakarta - Menjelang dan selama bulan suci Ramadan, media sosial kembali diramaikan oleh sejumlah informasi menyesatkan. Beberapa unggahan yang beredar memanfaatkan tema Ramadan untuk menarik perhatian, mulai dari klaim pendaftaran internet gratis hingga rekrutmen relawan dan bantuan dana hibah.
Salah satu klaim terbaru menyebut adanya tautan pendaftaran “Internet Rakyat” untuk mendapatkan internet gratis selama Ramadan. Namun, pendaftaran Internet Rakyat disebut hanya dapat dilakukan melalui situs resmi internetrakyat.id atau internetrakyat.id/register, bukan melalui tautan lain yang beredar di media sosial.
Berikut rangkuman sejumlah hoaks bertema Ramadan yang ditemukan beredar di platform media sosial.
1. Klaim link pendaftaran internet gratis selama Ramadan
Sebuah unggahan Facebook pada 20 Februari 2026 memuat klaim “Program Khusus! Internet Gratis selama bulan ramadhan untuk Pendaftar Baru.” Unggahan itu juga disertai poster bertuliskan “INTERNET GRATIS AKTIF RAMADHAN 2026” dan “Pemerintah Umumkan Internet Gratis Untuk Rakyat Jelang Ramadhan 2026.”
Dalam unggahan tersebut terdapat menu pendaftaran yang ketika diklik mengarah ke halaman berisi formulir digital. Formulir itu meminta data pribadi, seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar, karena pendaftaran Internet Rakyat semestinya dilakukan melalui situs resmi internetrakyat.id atau internetrakyat.id/register.
2. Klaim video Dirjen Bimas Islam mengumumkan bantuan dana hibah Ramadan
Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook pada 16 Februari 2026 yang menampilkan klaim video Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama mengumumkan pembagian bantuan dana hibah Ramadan. Narasi unggahan menyebut adanya program bantuan dana hibah untuk umat Islam di seluruh Indonesia yang diklaim disalurkan dari Kerajaan Arab Saudi, dengan nilai bantuan hingga Rp1 miliar.
Unggahan itu juga mengarahkan pengguna untuk mendaftar dengan menekan tombol Messenger atau mengirim pesan melalui tautan yang disediakan. Dalam video, terdapat pernyataan yang mengatasnamakan Dirjen Bimas Islam Kemenag terkait peresmian pembagian bantuan dana hibah Ramadan “mulai dari 150 juta hingga 1 miliar” dan ajakan untuk segera mendaftar. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar.
3. Klaim link pendaftaran rekrutmen Relawan Ramadan Baznas 2026
Selain itu, unggahan Facebook pada 13 Februari 2026 memuat klaim pembukaan “Rekrutmen Relawan Ramadhan BAZNAS 2026” dengan keterangan antara lain pendaftaran gratis, penempatan di daerah masing-masing, serta gaji Rp8 juta hingga Rp10 juta. Unggahan disertai poster bertuliskan “LOWONGAN KERJA! Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Rekrutmen Terbaru Relawan Ramadhan BAZNAS 2026.”
Unggahan tersebut juga memuat menu pendaftaran yang ketika diklik mengarah ke situs berisi formulir digital, termasuk permintaan data pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif. Klaim tautan pendaftaran rekrutmen relawan Ramadan Baznas 2026 itu dinyatakan tidak benar.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tautan pendaftaran yang beredar di media sosial, terutama yang meminta data pribadi dan mengarahkan pengguna ke formulir di luar situs resmi.